Alasan Mengapa 22 Juni Ditetapkan Menjadi Hari Ulang Tahun Jakarta

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada 22 Juni lalu, kota Jakarta merayakan hari jadinya yang ke 495 tahun. Ulang Tahun DKI Jakarta ditandai dengan perhelatan event Jakarta Fair setelah sempat absen karena pandemi. Simak alasan mengapa 22 Juni ditetapkan menjadi hari Ulang Tahun Jakarta dalam artikel berikut ini.
Memasuki usia 495 tahun tentu bukan jumlah yang sedikit. Apalagi kota Jakarta masih memiliki masalah ketimpangan sosial dan polusi udara. Namun Jakarta tetap menjadi kota melting pot yang selalu dirindukan dan masih menjadi magnet bagi pendatang.
Mengapa 22 Juni Ditetapkan Menjadi Hari Ulang Tahun Jakarta?
Tanggal lahir Jakarta pada 22 Juni 1527 adalah hasil ketetapan yang sekaligus digagas oleh Walikota Jakarta di masa pemerintahan tahun 1953 - 1960 bernama Sudiro. Sudiro merupakan walikota Jakarta kelima, dan menjabat di era kepemimpinan Presiden Soekarno.
Hal tersebut didasari oleh keinginan Sudiro untuk membuat adanya momen peringatan untuk ibu kota, dan sekaligus menghilangkan unsur kolonial yang melekat pada Jakarta. Sudiro menetapkan tanggal tersebut berdasarkan hasil penelitian tiga orang ahli, yaitu Mohammad Yamin, Dr. Sukanto, dan Sudarjo Tjokrosiswoyo dalam naskah berjudul Dari Jayakarta ke Jakarta.
Latar belakang sejarah yang menjadikan 22 Juni 1527 sebagai hari lahir Jakarta adalah peristiwa pengusiran Portugis dari Sunda Kelapa oleh pasukan Fatahillah. Sejak saat itu, nama Sunda Kelapa yang telah ada sejak abad 14 diganti menjadi Jayakarta. Seperti yang diambil dari buku Perencanaan Pelabuhan (2017:2),
"Pada 22 Juni 1527, pasukan gabungan kesultanan Demak - Cirebon dibawah pimpinan Fatahillah menyerang Portugis dan berhasil menguasai Sunda Kelapa. Selanjutnya nama Sunda Kelapa diubah menjadi Jayakarta, yang kemudian ditetapkan sebagai hari ulang tahun kota Jakarta".
Bertepatan dengan hari sejarah tersebut, umat Islam di Indonesia tengah merayakan salah satu hari besar dalam agama Islam, yaitu Maulid Nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awal.
Alasan mengapa 22 Juni ditetapkan menjadi hari Ulang Tahun Jakarta ternyata berdasarkan keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah.(DK)
