Konten dari Pengguna

Apa Itu Kalimat Majemuk? Ini Penjelasannya dalam Pelajaran Bahasa Indonesia

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi belajar kalimat majemuk dalam bahasa Indonesia. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belajar kalimat majemuk dalam bahasa Indonesia. Foto: Unsplash

Berdasarkan strukturnya, kalimat dalam bahasa Indonesia terbagi menjadi tiga jenis, salah satunya adalah kalimat majemuk. Apa itu kalimat majemuk?

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang memiliki hubungan makna tertentu. Kalimat ini digunakan untuk menyampaikan informasi yang lebih kompleks.

Setiap klausa dalam kalimat majemuk dapat berdiri sendiri sebagai kalimat sederhana, tetapi digabungkan dengan kata penghubung atau tanda baca tertentu untuk membentuk hubungan logis.

Jenis-jenis Kalimat Majemuk

Ilustrasi belajar kalimat majemuk dalam bahasa Indonesia. Foto: Unsplash

Menurut buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia karya Nanda Saputra, M.Pd dan Mariana, S.Pd, kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri lebih dari satu pola kalimat, atau kalimat yang di dalamnya terdapat induk kalimat (diterangkan) dan anak kalimat (menerangkan).

Kalimat majemuk dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan hubungan antar-klausa. Merujuk buku Bahasa Indonesia 3 karya Ahmad Aibli, Robert Strumpen-Darrie, dan Charles F. Berlitz, berikut jenis-jenis kalimat majemuk yang digunakan dalam bahasa Indonesia:

1. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang klausa-klausanya memiliki kedudukan yang sama atau sejajar. Klausa dalam kalimat ini dihubungkan dengan kata hubung seperti dan, tetapi, atau, serta, lalu, kemudian. Contohnya:

  • Aku membaca buku, dan adikku menonton televisi.

  • Ibu memasak di dapur, tetapi ayah sedang bekerja di kebun.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terdiri dari klausa utama dan klausa subordinatif (anak kalimat). Anak kalimat ini bergantung pada induk kalimat dan tidak dapat berdiri sendiri.

Kata hubung yang digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat, antara lain karena, sehingga, jika, meskipun, agar, supaya, walaupun. Contohnya:

  • Aku tidak pergi ke sekolah karena sedang sakit.

  • Jika hujan turun, kami akan menunda perjalanan.

3. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran adalah gabungan dari kalimat majemuk setara dan majemuk bertingkat dalam satu kalimat yang lebih kompleks. Contohnya:

  • Aku belajar dengan giat agar lulus ujian, tetapi teman-temanku masih bermain.

  • Jika besok hujan, kami tidak akan pergi ke pantai, tetapi tetap berkumpul di rumah.

4. Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk rapatan terjadi ketika beberapa kalimat tunggal digabungkan dengan menghilangkan unsur yang sama sehingga lebih ringkas. Contohnya:

  • Ayah membaca koran, ibu memasak, dan adik bermain.

  • Aku suka membaca buku, menulis cerita, dan menggambar.

Baca Juga: Apa Itu Konjungsi Temporal? Ini Pengertian, Fungsi, Ciri, dan Jenisnya

Perbedaan Kalimat Majemuk dan Kalimat Tunggal

Ilustrasi belajar kalimat majemuk dalam bahasa Indonesia. Foto: Unsplash

Perbedaan utama antara kalimat majemuk dan kalimat tunggal terletak pada jumlah klausa yang dimiliki. Kalimat tunggal hanya memiliki satu klausa, sedangkan kalimat majemuk memiliki lebih dari satu klausa yang saling berhubungan.

Berikut contoh kalimat tunggal dan kalimat majemuk yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia 3 terbitan Yudhistira Ghalia Indonesia.

  • Kalimat tunggal: Aku pergi ke sekolah.

  • Kalimat majemuk: Aku pergi ke sekolah, tetapi adikku tetap di rumah.

(NDA)