Konten dari Pengguna

Apa Itu Sistem Immobilizer dan Bagaimana Cara Kerja serta Fungsinya?

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi dan cara kerja sistem immobilizer. Foto: Unsplash/Ivan Shemereko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi dan cara kerja sistem immobilizer. Foto: Unsplash/Ivan Shemereko

Di era modern seperti saat ini, mobil memiliki berbagai fitur yang canggih. Salah satunya adalah kunci immobilizer. Meski bagi beberapa orang tidak asing lagi dengan fungsi ini, akan tetapi ada banyak yang belum mengetahui tentang sistem immobilizer.

Bahkan, beberapa orang tidak mengetahui bahwa mobilnya sudah memiliki fitur yang satu ini. Pertanyaan selanjutnya, apa fungsi dari fitur immobilizer dan bagaimana cara kerjanya?

Mengenal Sistem Immobilizer dan Komponennya

Ilustrasi pengertian sistem immobilizer. Foto: Unsplash/Frank Leuderalbert

Immobilizer adalah sebuah fitur sistem antimaling yang terpasang pada kunci mobil. Sistem ini memanfaatkan gelombang radio yang berfungsi sebagai identitas dari kunci tersebut.

Fitur ini diciptakan pada tahun 1990-an, saat negara-negara Eropa dan Amerika Serikat sedang marak aksi pencurian mobil. Sehingga, pada tahun 1998 beberapa negara seperti Finlandia, Jerman, dan Inggris mewajibkan fitur ini sebagai standar keamanan mobil.

Dalam sistem immobilizer, terdapat tiga komponen yang saling bekerja sama untuk menghasilkan kinerja yang maksimal, yaitu:

Transmiter

Komponen ini memiliki fungsi untuk mengirim gelombang radio dengan frekuensi tertentu untuk menuju ke bagian control module.

Transponder

Fungsi dari transponder adalah menerima sinyal gelombang radio yang telah dikirim ke control module untuk diidentifikasi.

Theft Deterrent System

Fungsi utama dari komponen ini adalah mengelola gelombang radio yang diterima sesuai dengan identifikasi dari transponder. Selanjutnya, theft deterrent system akan mengaktifkan atau menonaktifkan bagian sirkuit sistem pengapian serta relay fuel pump.

Fungsi Sistem Immobilizer

Pada dasarnya, sistem immobilizer berfungsi untuk mencegah kendaraan dari tindakan pencurian. Sebab, mobil hanya bisa menyala dengan kunci dengan gelombang radio yang sesuai walaupun bentuknya sudah sama.

Akan tetapi, dengan berbagai kecanggihan yang ada di dalamnya membuat pembuatan kunci dengan sistem immobilizer membutuhkan biaya yang mahal. Sehingga ketika kunci mobil hilang akan memerlukan usaha lebih.

Cara Kerja Sistem Immobilizer

Ilustrasi fungsi dan cara kerja sistem immobilizer. Foto: Unsplash/Ivan Kazlouskij

Dikutip dari laman bbppmpvboe.kemdikbud.go.id, cara kerja dari sistem immobilizer yakni:

  1. Ketika kunci dimasukkan ke lubang kunci kontak, transmiter langsung mengirimkan gelombang radio ke komponen theft deterrent system.

  2. Gelombang tersebut langsung diterima dan diidentifikasi transponder.

  3. Jika frekuensi yang dikirimkan telah sesuai yang seharusnya dan bukan bagian dari tindakan mencurigakan, maka transponder akan mengirimkan data ke engine control module.

  4. Rangkaian sistem pengapian menjadi aktif dan mampu menghidupkan relay fuel pump. Ketika sudah memasuki fase ini, maka kunci kontak telah terhubung dan dikenali oleh ECU mobil dan bisa menyalakan mesin.

  5. Namun ketika gelombang radio yang dikirimkan transmiter tidak sesuai, identitas kunci kontak menjadi tidak dikenali ECU.

  6. ECU akan memblokir aliran arus ke dua sistem: yaitu pengapian dan relay fuel pump. Hasilnya ketika kunci kontak diputar ke posisi start engine, tidak akan terjadi kondisi mesin menyala.

Baca Juga: Perbedaan Keyless Dan Immobilizer Aid, Begini Rinciannya

Ternyata, sistem immobilizer memiliki manfaat yang besar bagi pemilik mobil. Dengan maraknya pencurian mobil yang terjadi akhir-akhir ini, diharapkan fitus ini mampu meminimalisasi kejadian yang tidak diinginkan.(MZM)