Apa Itu Tenaga Endogen? Ini Pengertian, Jenis, dan Contohnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara alami, permukaan bumi dari waktu ke waktu akan terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh tenaga endogen dan eksogen. Lalu, apa itu tenaga endogen?
Secara bahasa, endogen berasal dari kata endos yang berarti dalam dan genos yang artinya asal. Mengutip buku GeoGrafi karya Troels Raadam dkk, tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan bersifat membangun permukaan bumi.
Tenaga endogen bisa berupa tekanan vertikal dan horizontal. Tekanan vertikal akan menimbulkan tonjolan di permukaan bumi, sedangkan tekanan horizontal memunculkan lipatan, retakan, dan pematahan lapisan-lapisan litosfer sampai permukaan bumi membentuk sesar.
Jenis-jenis Tenaga Endogen
Tenaga endogen dibagi menjadi tiga jenis utama, yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme (gempa bumi). Berikut penjelasannya yang dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial oleh Waluyo, dkk.
1. Tektonisme (Gerak Lempeng Tektonik)
Tektonisme adalah pergerakan lempeng bumi yang disebabkan oleh energi dari dalam bumi. Gerakan ini dapat menyebabkan perubahan bentuk permukaan bumi, seperti pembentukan pegunungan, patahan, dan lipatan.
Berdasarkan kecepatan gerakan dan luas wilayah yang terkena pengaruh, tektonisme dibedakan menjadi dua, yakni:
Epirogenesis = Gerakan lambat yang menyebabkan naik turunnya daratan dalam skala besar. Contoh: Naiknya Pulau Nias akibat aktivitas tektonik.
Orogenesis = Gerakan yang lebih cepat dan membentuk pegunungan. Contoh: Terbentuknya Pegunungan Himalaya akibat tabrakan lempeng India dan Eurasia.
2. Vulkanisme (Aktivitas Gunung Berapi)
Vulkanisme adalah aktivitas yang berkaitan dengan pergerakan magma dari dalam bumi menuju permukaan. Proses ini dapat menyebabkan letusan gunung berapi, pembentukan kaldera, dan munculnya sumber air panas.
Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke dalam litosfer (kulit bumi). Penyusupan magma ke dalam litosfer dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut:
Intrusi Magma = Magma yang tidak mencapai permukaan dan membeku di dalam bumi. Contoh: Terbentuknya batuan beku di bawah tanah.
Ekstrusi Magma = Magma yang mencapai permukaan bumi dan keluar sebagai letusan gunung berapi. Contoh: Letusan Gunung Merapi di Indonesia.
3. Seisme (Gempa Bumi)
Seisme atau gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pergerakan lempeng atau aktivitas vulkanik. Gempa bumi bisa berdampak besar terhadap lingkungan, termasuk tsunami dan kerusakan infrastruktur.
Secara umum, penyebab gempa bumi dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu tektonik, vulkanik, dan runtuhan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.
Gempa Tektonik = Disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi. Contoh: Gempa di Palu pada 2018 akibat pergerakan Sesar Palu-Koro.
Gempa Vulkanik = Terjadi akibat aktivitas gunung berapi. Contoh: Gempa yang terjadi sebelum letusan Gunung Tambora.
Gempa Runtuhan = Disebabkan oleh runtuhnya gua atau tanah longsor. Contoh: Kegiatan penambangan bawah tanah menyisakan rongga-rongga di bawah tanah berupa gua yang apabila runtuh permukaan bumi akan bergetar.
Baca Juga: 5 Akibat Revolusi Bumi bagi Kehidupan Makhluk Hidup
(NDA)
