Apa Testimoni Anda Terkait Aktivitas-Aktivitas dalam Buku Panduan MPLS Ramah?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) merupakan kegiatan awal yang sangat penting bagi murid baru. Pada masa ini siswa baru mulai mengenal warga, kurikulum, serta lingkungan sekolah.
Dalam menyambut tahun ajaran baru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merilis Buku Panduan MPLS Ramah sebagai pedoman bagi sekolah.
Panduan ini disusun sebagai rujukan agar kegiatan MPLS dapat berlangsung aman, nyaman, dan menggembirakan. Buku ini memuat berbagai contoh kegiatan yang relevan, termasuk aktivitas pengenalan lingkungan, pembentukan karakter, hingga penguatan hubungan sosial antarwarga sekolah.
Testimoni Terkait Aktivitas-Aktivitas dalam Buku Panduan MPLS Ramah
Merangkum dari berbagi sumber, berikut ini adalah testimoni terkait aktivitas-aktivitas dalam Buku Panduan MPLS Ramah yang disusun oleh Kemendikdasmen.
1. Menumbuhkan dan Menguatkan Karakter Siswa Baru
Kegiatan seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pertemuan Pagi Ceria dinilai efektif dalam membangun karakter dasar peserta didik. Melalui aktivitas ini, murid didorong untuk membiasakan diri bersikap santun, disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong.
2. Mengenalkan Lingkungan Sekitar Sekolah dengan Ramah
Berbagai aktivitas interaktif, seperti tur sekolah bertema "Menemukan Harta Karun" yang dipandu oleh kakak kelas, menciptakan suasana pengenalan yang menyenangkan dan tidak membosankan.
Selain itu, sesi perkenalan dengan guru dan tenaga kependidikan turut mendorong terbentuknya interaksi positif antara murid baru dengan seluruh warga sekolah.
3. Kegiatan yang Edukatif dan Relevan
Seluruh kegiatan dalam MPLS Ramah bersifat edukatif dan relevan dengan tujuan pendidikan. Tidak ada penggunaan atribut atau aktivitas yang merendahkan martabat peserta didik. Kegiatan yang dilakukan menghindari unsur mempermalukan, menghukum secara fisik, maupun berdampak negatif pada psikologis murid.
4. Suasana Kegiatan yang Positif dan Inklusif
Kegiatan MPLS Ramah mendukung terbentuknya suasana belajar yang inklusif, menyenangkan, dan tanpa tekanan. Tidak ada ruang bagi kekerasan atau perpeloncoan.
Salah satu contohnya adalah aktivitas “Garis Pemisah” yang mengajak murid mengenali perbedaan di antara mereka dengan cara menyenangkan dan saling menghargai.
5. Mengenalkan Karakteristik dan Kebutuhan Perkembangan Murid Baru
Melalui pengisian formulir identitas, asesmen Literasi Membaca dan Numerasi, hingga pemetaan minat dan bakat, guru memperoleh gambaran awal mengenai potensi dan kebutuhan masing-masing siswa.
Informasi ini menjadi dasar penting untuk merancang pembelajaran yang lebih adaptif dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
6. Mengenalkan dan Mencegah Penyimpangan Sosial
Dalam kegiatan MPLS Ramah, murid juga dibekali pemahaman terkait isu-isu sosial melalui sesi edukatif mengenai penggunaan internet dan media sosial, bahaya NAPZA, kesehatan reproduksi, pornografi, hingga kesehatan mental. Materi ini sangat relevan untuk membangun kesadaran siswa sejak dini.
Baca Juga: Perbedaan Paskibra dan Paskibraka: Pengertian, Tugas, dan Proses Seleksinya
(SA)
