Apa yang Dimaksud dengan Berilmu dalam Perspektif Islam?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Dengan menjadi orang yang berilmu, hal ini menjadi kunci agar kehidupannya berkualitas. Oleh karena itu, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menuntut ilmu sejak kecil sampai akhir hayatnya.
Mencari ilmu tidak dibatasi pada ilmu agama saja, melainkan mencakup ilmu-ilmu pengetahuan lainnya yang membawa manfaat bagi sesama manusia. Untuk lebih memahaminya, simak ulasan di bawah ini tentang makna orang berilmu dalam perspektif Islam.
Apa yang Dimaksud dengan Berilmu dalam Perspektif Islam?
Makna berilmu dalam Islam bukan hanya berarti memiliki banyak pengetahuan, tetapi juga dapat mengamalkan ilmu tersebut dengan baik. Ilmu harus digunakan untuk mencapai kemaslahatan dan kebaikan semua makhluk hidup dan lingkungan yang ada.
Maka dari itu, setiap orang diharuskan untuk mencari pengetahuan yang bermanfaat dan menghindari pengetahuan yang tak bermanfaat. Seberapa bermanfaat suatu ilmu adalah sejauh mana ia mendekatkan diri pada kebenaran Allah dan tak berdampak negatif pada kehidupan manusia secara keseluruhan.
Banyak ayat Al-Qur'an yang berulang-ulang memerintahkan manusia untuk menempuh berbagai cara agar dapat menuntut ilmu. Salah satunya disebutkan bahwa Allah menjanjikan kedudukan yang lebih tinggi bagi orang-orang yang memiliki ilmu.
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.(QS. Al-Mujadilah: 11)
Hal ini menunjukkan bahwa ilmu merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan kemuliaan di sisi Allah.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Raja dalam Konteks Agama Islam? Ini Penjelasannya
Karakter Orang Berilmu dalam Perspektif Islam
Orang yang berilmu memiliki karakter mulia yang membuatnya menjadi pribadi unggul. Mengutip dari buku berjudul Akhlak Orang Berilmu dan Ahli Quran karya Al-Ajurri, berikut beberapa karakter orang berilmu dalam Islam.
Senantiasa bersyukur pada Allah SWT.
Menyenangkan hati dengan bermunajat pada Zat yang Maha Pengasih.
Introspeksi diri dengan sungguh-sungguh ketika melakukan kesalahan dan dosa.
Senantiasa berusaha memperbaiki amal yang belum sempurna.
Jika ilmunya bertambah, bertambah pula kerendahan dan kesantunannya serta bertambah pula rasa takut dan kesungguhannya.
Saling memberi nasihat ketika bertukar pikiran.
Memohon manfaat pada Allah SWT untuk diri sendiri maupun orang lain.
Tak berbuat zalim dan tidak mengurangi hak orang lain, tidak berbicara bohong dan jauh dari kepalsuan.
Tidak banyak berbicara dan selalu menimbang kata-katanya sebab takut akan siksa Tuhan.
Selalu mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi berkah dan bermanfaat bagi orang lain.
(SA)
