Konten dari Pengguna

Apa yang Menjadi Dasar Perhitungan Kalender Masehi? Ini Penjelasannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kalender Masehi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kalender Masehi. Foto: Pixabay

Kalender Masehi kini menjadi sistem penanggalan yang paling umum digunakan di dunia. Namun, tahukah kamu apa yang menjadi dasar perhitungan kalender Masehi?

Mengutip buku Dunia IPA karya Drs. H. Panut, dkk., dasar perhitungan kalender Masehi telah mengalami berbagai reformasi untuk menyesuaikan dengan siklus astronomi.

Untuk mengetahui sejarah dan dasar perhitungan kalender Masehi yang digunakan saat ini, simak uraian artikel di bawah ini hingga tuntas.

Sejarah Singkat Kalender Masehi

Ilustrasi kalender Masehi. Foto: Pixabay

Kalender Masehi saat ini telah digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari administrasi pemerintahan, pendidikan, hingga kegiatan sehari-hari.

Merujuk laman timeanddate, kalender Masehi berakar dari kalender Julian yang diperkenalkan oleh Julius Caesar pada 45 SM. Kalender ini kemudian mengalami reformasi pada 1582 oleh Paus Gregorius XIII.

Oleh karena itu, kalender Masehi dikenal juga sebagai Kalender Gregorian. Reformasi ini bertujuan untuk menyesuaikan kalender dengan siklus astronomi, sehingga lebih akurat dalam menentukan tanggal dan musim.

Baca Juga: Ciri-ciri Fungi dan Klasifikasinya dalam Dunia Biologi

Dasar Perhitungan Kalender Masehi

Ilustrasi kalender Masehi. Foto: Pixabay

Dijelaskan dalam buku Teori dan Aplikasi Fisika SMP Kelas IX terbitan Yudhistira Ghalia Indonesia, perhitungan kalender Masehi didasarkan pada pergerakan Bumi mengelilingi matahari atau yang dikenal dengan tahun tropis. Berikut beberapa dasar perhitungannya:

1. Satu Tahun Berbasis Revolusi Bumi

Kalender Masehi menggunakan sistem tahun surya. Itu berarti satu tahun dihitung berdasarkan waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengorbit matahari. Satu tahun dalam kalender ini berlangsung sekitar 365,2425 hari.

2. Siklus Tahun Kabisat

Karena satu tahun tidak tepat 365 hari, maka untuk menyesuaikan kalender dengan pergerakan Bumi, setiap empat tahun sekali ditambahkan satu hari ekstra pada Februari. Tahun ini disebut tahun kabisat yang memiliki 366 hari. Aturan tahun kabisat adalah:

  • Tahun yang habis dibagi empat adalah tahun kabisat.

  • Namun, tahun yang habis dibagi 100 bukan tahun kabisat, kecuali jika juga habis dibagi 400.

  • Contoh: Tahun 2000 adalah tahun kabisat karena habis dibagi 400, sedangkan tahun 1900 bukan tahun kabisat karena hanya habis dibagi 100 tetapi tidak habis dibagi 400.

3. Pembagian Bulan dalam Setahun

Kalender Masehi memiliki 12 bulan dengan jumlah hari yang bervariasi:

  • Januari (31 hari)

  • Februari (28 atau 29 hari, tergantung tahun kabisat)

  • Maret (31 hari)

  • April (30 hari)

  • Mei (31 hari)

  • Juni (30 hari)

  • Juli (31 hari)

  • Agustus (31 hari)

  • September (30 hari)

  • Oktober (31 hari)

  • November (30 hari)

  • Desember (31 hari)

4. Perhitungan Pekan dan Hari

Kalender Masehi membagi waktu dalam siklus mingguan dengan rincian satu minggu terdiri dari 7 hari, yakni Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Hari-hari ini terus berulang tanpa perubahan.

(NDA)