Apa yang Menyebabkan Tanaman Dapat Berfotosintesis? Inilah Penjelasannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanaman dikenal sebagai makhluk hidup autotrof karena mampu menghasilkan makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Namun, apa yang menyebabkan tanaman dapat berfotosintesis?
Untuk memahami hal ini, diperlukan penelusuran terhadap faktor-faktor biologis yang memungkinkan fotosintesis berlangsung. Setiap unsur penyusun sistem tersebut berperan penting dalam mendukung fisiologis tanaman.
Apa yang Menyebabkan Tanaman Dapat Berfotosintesis?
Berdasarkan buku Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan (2024: 79–91) karya Ulfah Anis dkk., berikut adalah penjelasan terstruktur mengenai apa yang menyebabkan tanaman dapat berfotosintesis dalam konteks biologis.
1. Adanya Kloroplas
Tanaman dapat berfotosintesis karena memiliki kloroplas, yaitu organel khusus yang ditemukan dalam sel daun dan bagian hijau tumbuhan lainnya. Kloroplas ini merupakan tempat utama fotosintesis berlangsung.
Di dalamnya terdapat dua kompartemen penting, yakni tilakoid (tempat terjadinya reaksi terang) dan stroma (lokasi siklus Calvin). Struktur ini memungkinkan penyerapan cahaya dan pembentukan senyawa organik yang kompleks.
2. Mengandung Pigmen Fotosintetik
Fotosintesis hanya terjadi jika energi cahaya dapat diserap tanaman. Pigmen utama yang berperan dalam proses ini adalah klorofil a, klorofil b, dan karotenoid. Semua itu terletak di membran tilakoid kloroplas.
Klorofil a akan menyerap cahaya merah dan biru, sedangkan klorofil b memperluas spektrum serapan. Lalu, karotenoid membantu menangkap cahaya dan melindungi klorofil dari kerusakan akibat paparan cahaya berlebih.
3. Tersedianya Air dan Karbon Dioksida
Air (H₂O) dan karbon dioksida (CO₂) adalah bahan baku utama dari fotosintesis. Air akan diserap oleh akar dan dialirkan ke daun melalui jaringan xilem, sedangkan karbon dioksida masuk ke 'fisiologis' daun melalui stomata.
Di dalam daun, air mengalami fotolisis selama proses reaksi terang, untuk kemudian menghasilkan oksigen dan elektron. Sementara itu, karbon dioksida difiksasi dalam siklus Calvin untuk membentuk glukosa (C₆H₁₂O₆).
4. Energi Cahaya Matahari
Proses fotosintesis bergantung pada energi cahaya, khususnya dalam tahap reaksi terang. Energi ini digunakan untuk membentuk ATP dan NADPH, yaitu dua senyawa berenergi tinggi yang dibutuhkan dalam siklus Calvin.
Fungsi ATP dan NADPH dalam siklus tersebut adalah untuk mereduksi CO₂ menjadi gula. Meski Calvin sering disebut reaksi gelap, tetapi siklus ini tidak dapat berlanjut tanpa hasil dari reaksi terang yang melibatkan cahaya.
5. Aktivitas Genetik dan Enzimatik
Gen yang ada di dalam inti sel dan kloroplas bertugas untuk membentuk kloroplas dari proplastida dan menyusun pigmen fotosintetik. Aktivitas genetik ini berlangsung pada pembentukan daun dan awal perkembangan fotosintesis.
Selain itu, fotosintesis juga membutuhkan enzim. NADPH-protoklorofilida oksidoreduktase (POR) membantu pembentukan klorofil, sedangkan RuBisCO membantu proses fiksasi karbon.
Demikian ulasan mengenai apa yang menyebabkan tanaman dapat berfotosintesis. (Nida)
Baca juga: Mengapa Plastida Hanya Ditemukan pada Sel Tumbuhan? Ini Jawabannya
