Konten dari Pengguna

Mengapa Plastida Hanya Ditemukan pada Sel Tumbuhan? Ini Jawabannya

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Plastida Hanya Ditemukan pada Sel Tumbuhan. Foto: Unsplash/Chris Abney
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Plastida Hanya Ditemukan pada Sel Tumbuhan. Foto: Unsplash/Chris Abney

Mengapa plastida hanya ditemukan pada sel tumbuhan menjadi topik penting yang menyenangkan untuk dibahas dalam mempelajari biologi dasar.

Pertanyaan ini membantu memahami perbedaan mendasar antara sel tumbuhan dan sel hewan.

Dikutip dari buku Struktur dan Fungsi Sel: Modul Pembelajaran SMA Biologi Kelas XI, Khoirul Huda (2020:13), plastida adalah organel bermembran ganda yang hanya ada pada sel tumbuhan dan terbagi menjadi tiga jenis, yaitu leukoplas, kloroplas, dan kromoplas.

Mengapa Plastida Hanya Ditemukan pada Sel Tumbuhan?

Ilustrasi Mengapa Plastida Hanya Ditemukan pada Sel Tumbuhan. Foto: Unsplash/DM David

Mengapa plastida hanya ditemukan pada sel tumbuhan? Plastida hanya ditemukan pada sel tumbuhan karena fungsi dan asal usul plastida sangat terkait dengan kebutuhan metabolik dan evolusi organisme tumbuhan.

Plastida merupakan organel yang mengandung membran ganda dan memiliki DNA sendiri. Itu berarti DNA pada plastida terpisah dari DNA inti sel. Hal itu memungkinkan plastida untuk mensintesis berbagai senyawa penting seperti asam lemak dan pigmen.

Plastida mencakup beberapa jenis yang masing-masing memiliki fungsi tertentu, yaitu:

  1. Kloroplas mengandung klorofil untuk menangkap cahaya dan mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

  2. Kromoplas mengandung pigmen warna seperti karotenoid pada buah dan bunga.

  3. Leukoplas atau amiloplas yang merupakan plastida penyimpan cadangan makanan, seperti pati.

Kehadiran plastida dalam sel tumbuhan penting karena tumbuhan tidak memiliki kemampuan untuk berpindah tempat dan harus menghasilkan makanan secara mandiri melalui fotosintesis.

Fungsi spesifik plastida dalam sintesis metabolit sekunder, hormon, dan senyawa yang mendukung pertumbuhan juga memperkuat peran uniknya dalam sel tumbuhan yang menjalani fotosintesis dan perlindungan terhadap stres lingkungan.

Plastida sangat dinamis dan mampu berubah bentuk serta berdiferensiasi sesuai kebutuhan sel, seperti berubah dari proplastida menjadi kloroplas saat terpapar cahaya atau menjadi kromoplas saat memberi warna pada buah dan bunga.

Hal ini menandakan plastida adalah organel yang khas dan sangat penting bagi kehidupan tumbuhan serta adaptasinya terhadap lingkungan melalui proses biokimia yang tidak dimiliki oleh sel hewan.

Itulah penjelasan mengenai mengapa plastida hanya ditemukan pada sel tumbuhan. (Fikah)

Baca juga: Mengenal Eksplan, Bagian Tumbuhan yang Akan Dikultur