Apakah Tujuan Dilaksanakan Festival Mane'e di Sulawesi Utara?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Festival Mane’e merupakan salah satu tradisi adat yang kerap dilakukan oleh masyarakat pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara. Mengutip informasi dari laman digilib.iainkendari.ac.id (diakses pada 10/11/21), festival Mane’e kerap dikenal sebagai ritual menangkap ikan dengan membacakan doa-doa khusus dalam bahasa adat kuno. Namun tahukah kamu apakah tujuan dilaksanakan festival Mane’e?
Festival Mane’e atau ritual menangkap ikan khas masyarakat Malo, Sulawesi Utara pada dasarnya dilakukan oleh para nelayan untuk berdoa dan memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar mereka bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak.
Di samping itu, ritual dengan membaca doa-doa khusus juga diharapkan dapat mendatangkan perlindungan bagi para nelayan agar bisa terhindar dari marabahaya saat menangkap ikan.
Apakah Tujuan Dilaksanakan Festival Mane’e dan Bagaimana Tahapannya?
Jika bertanya apakah tujuan dilaksanakan festival Mane’e, maka kita bisa menjawab bahwa festival tersebut pada dasarnya dilakukan untuk memohon rezeki berupa tangkapan ikan yang banyak bagi para nelayan, dan juga memohon perlindungan agar para nelayan dapat terhindar dari segala marabahaya. Disamping itu, tujuan pelaksanaan ritual penangkapan ikan tersebut juga dapat dijadikan sebagai sarana pelestarian adat dari generasi ke genarasi.
Pelaksanaan festival Mane’e biasanya ditententukan berdasarkan diskusi antara pemuka adat dan perwakilan pemerintah setempat. Setelah menentukan tanggal yang tepat untuk melakukan ritual Mane’e, maka para pemuka adat akan memanjatkan doa-doa dalam bahasa adat kuno, sedangkan masyarakat lainnya akan mengumpulkan tali dan janur untuk dibuat menjadi jaring yang disebut sammy.
Pada hari pelaksanaan ritual, maka masyarakat dan para pemuka adat akan membawa sammy ke pantai Malo secara beramai-ramai sambil menariknya sepanjang mungkin ke arah laut hingga membentuk sebuah kolam. Setelah ikan-ikan masuk ke dalam jaring, maka masyarakat akan menangkapnya dan hasil tangkapan tersebut akan disantap bersama.
Untuk menyelenggarakan ritual ini, masyarakat disebut memiliki satu pantangan yang tida boleh dilakukan, yakni dilarang mengenakan pakaian berwarna merah sepanjang pesta rakyat tersebut berlangsung.
Selain bertujuan untuk memohon kebaikan dari Tuhan agar mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak, festival Mane’e kini juga banyak difungsikan sebagai sarana pesta rakyat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan dan kerjasama dari masyarakat pantai Malo, Sulawesi Utara untuk melestarikan adat istiadat. (HAI)
