Konten dari Pengguna

Aturan dan Tata Cara Permainan Galasin yang Benar

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bentuk permainan galasin. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk permainan galasin. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/

Anak-anak sekarang sudah jarang bermain permainan tradisional. Padahal, permainan tradisional sangat menyehatkan dan juga saling mengandalkan kekompakan. Salah satu permainan tradisional yang menyehatkan dan juga mengasyikan adalah galasin. Apa itu permainan galasin dan bagaimana cara bermainnya?

Aturan dan Tata Cara Permainan Galasin

Galah asin atau galasin atau sering disebut juga gobak sodor adalah permainan tradisional asli Indonesia. Permainan ini biasanya dimainkan di halaman rumah yang luas maupun lapangan dengan betuk segi empat berpetak-perak.

Permainan galasin dimainkan oleh dua kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari tiga sampai lima orang. Lapangan yang digunakan dibagi menjadi enam bagian. Setiap bagian pada zaman dahulu dibatasi dengan kayu namun demi keamanan dapat mengunakan kapur tulis.

Cara bermain galasin sangat sederhana, karena permainan ini tidak memerlukan peralatan. Permainan ini mengandalkan ketangkasan, kegesitan, dan kecepatan berlari para pemain menjadi modal utama dalam bermain.

  • Cara membuat garis lapangan yaitu:

  • Garis lapangan berukuran 6x4 dibagi menjadi 6 bagian.

Setiap garis batas ditandai dengan kapur/cat putih.

Adapun tata cara bermain galasin yang dikutip dari buku berjudul Permainan Tradisional Anak Negeri oleh Redaksi Balai Pustaka (2019: 7).

Ilustrasi anak-anak bermain galasin. Sumber: https://www.freepik.com/
  • Pemain dibagi menjadi dua kelompok/tim, kelompok bermain dan kelompok yang berjaga.

  • Kelompok yang menjaga dibagi menjadi dua, pemain yang menjaga garis vertikal dan pemain yang menjaga garis horizontal.

  • Kelompok yang mendapat giliran main memulai permainan dari garis start.

  • Pemain yang menjaga garis horizontal berusaha semaksimal mungkin menghadang kelompok yang sedang bermain untuk tidak dapat melewati garis batas yang sudah ditentukan sampai di garis finis.

  • Sementara pemain yang menjaga garis vertikal, yang pada umumnya hanya satu orang mempunyai ruang gerak di semua garis batas vertikal di tengah lapangan yang harus mampu menjaga gerak lawan untuk tidak bisa menembus masuk ke ruang gerak horizontal.

  • Kelompok yang sedang bermain berusaha agar tubuhnya tidak tersentuh oleh tim yang menjaga dan berusaha sampai di garis finis.

  • Tim baru dapat dikatakan menang jika semua anggota tim kembali dengan selamat ke garis start.

  • Tim dikatakan kalah dan baru bisa terjadi pergantian posisi jika ada yang tersentuh oleh tim yang menjaga.

Bermain dan melestarikan permainan tradisional seperti permainan galasin, selain menyehatkan dan mengasyikkan, juga terus melanjutkan eksistensi dari permain-permain tersebut. (MZM)