Cara Kerja Sistem Steering atau Power Steering Mobil untuk Dipahami

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada sebuah mobil, terdapat banyak sistem yang ada di dalamnya, salah satunya adalah sistem steering atau power steering. Fungsi power steering adalah untuk memudahkan para pengemudi dalam mengendalikan mobilnya.
Tak mengherankan jika sistem steering menjadi salah satu fitur wajib di mobil modern sekarang. Namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara kerja dari sistem steering?
Pengertian Sistem Steering serta Kelebihan dan Kekuranannya
Pada kendaraan dengan sistem kemudi (steering system) memiliki fungsi untuk mengatur arah dari kendaraan, dengan cara membelokkan roda depan.
Ada juga beberapa kendaraan yang membelokkan dengan roda belakang seperti carlift. Namun, untuk kendaraan jenis penumpang, sistem kemudinya dengan membelokkan roda depan.
Dikutip dari buku Sistem Kemudi, Rem dan Suspensi, Hasan Maksum dan Wawan Purwanto (2021), sistem kemudi ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut.
Kelebihan
Mengurangi tenaga untuk melayani kendaraan, meskipun di jalan tidak rata.
Mengurangi kelelahan sopir untuk mengemudikan kendaraan dalam jarak jauh, karena kemudi menjadi lebih ringan untuk dibelokkan.
Meningkatkan stabilitas kendaraan. Sebab power cylinder pada power steering juga berfungsi sebagai penyerap getaran yang ditimbulkan oleh ketidakrataan permukaan jalan. Dengan begitu kendaraan dengan power steering lebih nyaman dan lebih stabil.
Kendaraan dapat dibelokkan dengan cepat.
Kekurangan
Konstruksinya lebih rumit jika dibandingkan dengan sistem kemudi manual, sehingga perawatannya menjadi lebih sulit.
Harganya lebih mahal
Pompa hidrolik pada power steering hanya dapat beroperasi dan berfungsi bila mesin hidup. Sehingga bila mesin tiba-tiba mati sewaktu kendaraan berjalan, maka otomatis sistem hidrolik pada power steering tidak berfungsi.
Cara Kerja Sistem Steering atau Power Steering
Sebelum ke penjelasan cara kerja sistem steering atau power steering, terdapat beberapa komponen yang menyusunnya, sebagai berikut:
Steering Wheel (Roda Kemudi)
Roda kemudi berfungsi menerima langsung gaya putar dari pengemudi untuk membelokkan roda ke kiri atau ke kanan.
Steering Column
Steering column terdapat poros utama (main shaft) untuk meneruskan putaran dari steering wheel ke steering gear. Komponen ini berfungsi untuk menyerap energi dorong ketika terjadi kecelakaan, sehingga steering column bergerak turun saat terjadi kecelakaan.
Steering Gear
Steering gear berfungsi untuk meneruskan gaya putar dari steering column, di mana gaya putar tersebut diubah menjadi gerakan melintang ke kiri maupun ke kanan.
Pada steering gear terdapat kombinasi gear ratio dan gigi reduksi. Fungsinya untuk memperbesar momen agar kemudi jadi lebih ringan digerakan.
Steering Linkage (Sambungan Kemudi)
Komponen ini berfungsi untuk meneruskan tenaga gerak dari steering gear ke roda. Jenis dari steering linkage terdiri dari beberapa jenis, di mana setiapnya memiliki berbentuk yang berbeda yang dapat mempengaruhi kestabilan.
Adapun cara kerja dari kendaraan yang menggunakan fitur sistem steering atau power steering yakni:
Pengemudi menggerakan roda mobil dengan roda kemudi (steering wheel)
Roda kemudi yang berputar oleh pengemudi akan memutar steering column
Momen putar akan diubah menjadi gerak ke kanan maupun ke kiri dan direduksi, di mana momen yang dihasilkan menjadi semakin besar oleh steering gear. Besarnya momen tersebut yang membuat roda kemudi menjadi lebih ringan digerakan.
Steering gear akan diteruskan menuju steering linkage sebelum akhirnya sampai ke roda.
Baca Juga: Cara Kerja Power Steering dan Cara Merawatnya
Itulah penjelasan singkat tentang cara kerja sistem steering atau power steering. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang komponen yang ada di mobil.(MZM)
