Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Pantun dan Bagaimana Cara Membuat dengan Mudah

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Unsplash

Ciri-ciri pantun sebenarnya dengan mudah dikenali, karena pantun memang merupakan salah satu bentuk puisi lama dalam kesusastraan Indonesia yang sangat khas.

Pantun sangat akrab dengan keseharian kita, bahkan sampai sekarang pun, pantun kerap disyairkan terutama pantun yang bersifat humor atau pantun jenaka.

Ini dia beberapa ciri-ciri pantun yang paling utama:

• Terdiri atas 4 baris

• Dua baris pertama merupakan sampiran, atau pengantar

• Dua baris berikutnya merupakan isi dari pantun.

• Dalam satu baris terdiri atas 8 – 12 suku kata.

• Memiliki rima a – b – a – b atau a – a – a – a.

Untuk membuat pantun, ikutilah langkah-langkah berikut:

• Tentukan dulu dua baris inti pantun: mau membuat jenis pantun apa? Pantun nasihat, pantun jenaka, pantun romantis, dan sebagainya.

• Kemudian carilah kata-kata yang tepat, dengan menghitung per suku katanya. Jika kurang, ditambah, jika lebih dikurangi.

• Perhatikan rima kata paling akhir. Jika rima kata berpola a – b, maka Anda nanti harus membuat sampiran dengan bunyi dan pola yang sama. Begitu juga jika polanya a – a.

• Setelah isi pantun didapatkan, baru Anda membuat sampirannya, yang bersifat ringan.

Misalnya seperti ini.

Mari kita buat pantun nasihat, yang menasihati agar kita selalu senantiasa menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah.

Buatlah dulu isi pantun, yang terdiri atas 2 baris, dengan 8 – 12 suku kata, dan memiliki rima.

Contoh:

Mari tak buang sampah sembarang (10 suku kata – rima akhir ‘rang’)

‘Tuk lingkungan bersih dan terjaga (10 suku kata – rima akhir ‘ga’)

Setelah didapatkan isi, buat sampirannya. Sampiran ini tak perlu makna khusus, dan bersifat ringan sebagai pengantar. Pastikan memiliki rima yang sama dengan isi pantun.

Contoh:

Naik bus, pergi ke Semarang (9 suku kata – rima akhir ‘rang’)

Berangkat subuh, tiba pukul tiga (11 suku kata – rima akhir ‘ga’)

Dengan demikian, jika dirangkai menjadi:

Naik bus, pergi ke Semarang

Berangkat subuh, tiba pukul tiga

Mari tak buang sampah sembarang

‘Tuk lingkungan bersih dan terjaga

Mudah bukan? Sekarang giliran Anda mencoba membuatnya. (CR)