Konten dari Pengguna

Contoh Materi Khutbah Jumat Terbaru tentang Menyambut Bulan Ramadan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi materi khutbah jumat terbaru. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi materi khutbah jumat terbaru. Sumber: pexels.com

Khutbah Jumat adalah salah satu rangkaian ibadah yang dilaksanakan dalam Salat Jumat. Hal inilah yang membuat umat muslim tak jarang mencari materi khutbah Jumat terbaru sebagai referensi.

Menjelang bulan Ramadan, banyak umat muslim yang mencari contoh teks khutbah dengan tema seputar bulan puasa. Tujuannya adalah sebagai pengingat agar lebih giat dan maksimal dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan.

Contoh Teks Materi Khutbah Jumat Terbaru tentang Ramadan

Ilustrasi materi khutbah jumat terbaru. Sumber: pexels.com

Berikut ini adalah contoh teks materi khutbah Jumat terbaru tentang bulan Ramadan yang dikutip dari laman nu.or.id.

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia

Pada khutbah singkat ini, khatib mengajak diri sendiri dan seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Puasa Ramadan yang diwajibkan kepada kita bertujuan untuk mencapai ketakwaan. Oleh karena itu, marilah kita semua di bulan Ramadan ini meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan segala larangan.

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia

Ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya berdimensi spiritual semata. Lebih dari itu, puasa Ramadan juga menjadi sarana efektif untuk membentuk ketakwaan sosial. Konsep ketakwaan yang hakiki tidak berhenti pada hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya, tetapi juga berwujud dalam hubungan horizontal antar sesama manusia.

Landasan ini ditegaskan dalam firman Allah Swt dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Syekh Nawawi Banten kitab Tafsir Marah Labid mengatakan bahwa ujung dari puasa adalah membentuk diri menjadi orang yang takwa. Keutamaan itu akan tercapai dengan berpuasa dan meninggalkan hawa napsu. Puasa melatih diri untuk menahan diri dari berbagai godaan, termasuk makan dan minum, serta hawa napsu lainnya. Hal ini tidak mudah, tetapi jika berhasil, maka akan lebih mudah untuk bertakwa kepada Allah dalam hal lain.

Dalam Islam, takwa merupakan salah satu konsep fundamental yang menjadi kunci meraih derajat tinggi di sisi Allah swt. Takwa bukan hanya sebatas ritual keagamaan, tetapi merupakan sebuah komitmen menyeluruh untuk menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia

Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih diri untuk menahan hawa napsu. Hawa napsu ini dapat mendorong kita untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji, seperti berkata-kata kasar, menipu, dan membicarakan kejelekan orang lain.

Dengan berpuasa, kita belajar untuk mengendalikan hawa nafsu tersebut dan menggantinya dengan perilaku yang lebih baik. Kita belajar untuk lebih bersabar, menahan diri dari berkata kasar, dan menjaga lisan kita dari perkataan yang tidak baik. Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رِوَايَةً قَالَ إِذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ يَوْمًا صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنْ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ

Artinya: "Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, "Jika salah seorang dari kalian berpuasa pada suatu hari, maka janganlah berkata-kata kotor dan janganlah berbuat jahil. Jika ada orang yang memakinya atau mengajaknya berkelahi, maka hendaklah dia berkata, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa." (HR. Muslim).

Baca Juga: Hukum Khutbah Jumat dan Syaratnya bagi Laki-Laki Muslim

Itulah khutbah Jumat terbaru tentang bulan suci Ramadan yang bisa menjadi referensi. Semoga bermanfaat. (Anne)