Contoh Modul Ajar PAI Kelas 2 SD Kurikulum Merdeka Bab 1

·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Modul ajar merupakan salah satu piranti yang digunakan guru dalam mengajarkan peserta didik. Sehingga, para guru perlu mengetahui cara membuatnya. Misalnya lewat contoh modul ajar PAI kelas 2 SD Kurikulum Merdeka.
Dengan adanya contoh dapat menjadi referensi guru dalam membuatnya. Dengan begitu, pembelajaran dapat berjalan lebih sistematis sesuai aturan yang berlaku.
Contoh Modul Ajar PAI Kelas 2 SD Kurikulum Merdeka
Dikutip dari buku ATP, Modul Ajar, dan Evaluasi Kurikulum Bahasa Sunda oleh Nunuy Nurjanah (2023) modul ajar atau dulu disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran (CP).
Modul ini adalah perangkat yang digunakan sebagai panduan guru dalam menjalankan proses pembelajaran. Dengan begitu, pembelajaran akan berjalan secara sistematis dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan.
Modul ajar dalam Kurikulum Merdeka sendiri diberlakukan untuk semua mata pelajaran, termasuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Adapun contoh modul ajar PAI kelas 2 SD Kurikulum Merdeka bab 1 yakni:
Informasi Umum
A. Identitas Modul
Penyusun:
Instansi: SD ...............................
Tahun Penyusunan: 2024
Jenjang Sekolah: SD
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester: II/Ganjil
Unit 11: Kalimat matematika dan Perhitungan
BAB 1: Ayo Belajar Al-Qur’an
Materi pokok: Membaca Surah An-Nas
Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran (pertemuan ke-1)
B. Kompetensi Awal
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membaca surah-surah pendek Al-Qur’an dengan baik, mengenal rukun iman, islam, dan memahami tradisi dalam ajaran agama Islam.
C. Profil Pelajar Pancasila
Peserta didik menjadi pribadi yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia Pemahaman Agama /Kepercayaan Mengenal unsur-unsur utama agama/kepercayaan (ajaran, kitab suci, simbol-simbol, hari-hari dan hal-hal yang suci, sejarah agama, dan orang suci) dan menjadi pribadi yang mandiri.
D. Sarana dan Prasarana
Papan tulis, spidol, serta alat tulis lainnya;
Poster atau print out atau kartu Surah an-Nas;
Laptop, LCD projector, speaker aktif, laser pointer, audio murottal video Surah an-Nas
E. Target Peserta Didik
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dan sebagainya.
F. Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang disarankan adalah drill and practice (model pembelajaran yang mengedepankan banyak latihan dan praktik). Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan adalah demonstrasi dan kerja kelompok.
G. Sumber Belajar
a. Sumber belajar utama
Buku Siswa Pendidikan Agama Islam SD/MI Kelas 2, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI, Tahun 2021.
Juz ‘Amma dan Terjemah
b. Sumber belajar lain yang relevan
Buku PAI (pendamping) yang relevan dengan materi pembelajaran
Buku tajwid dan makharijul huruf c. Buku Asbabun Nuzul Al-Qur’an
Buku cerita tematik surah-surah pendek Al-Qur’an
Poster Surah an-Nas, huruf hijaiah bersambung, dan makharijul huruf
Video tentang Surah an-Nas, huruf hijaiah bersambung, dan makharijul huruf di internet
Komponen Inti
A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik terbiasa membaca Al-Qur'an dengan tartil.
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik menunjukkan sikap berani dan percaya diri dalam membaca Al-Qur'an serta dapat menunjukkan sikap berlindung diri kepada Allah Swt. sebagai implementasi pemahaman makna Surah An-Nas dengan baik.
Melalui model pembelajaran discovery learning dan metode tanya jawab, peserta didik dapat menjelaskan pesan-pesan pokok Surah An-Nas dengan baik dan benar.
Melalui metode ceramah dan demonstrasi, peserta didik dapat menyebutkan huruf hijaiah bersambung sesuai dengan makharijul huruf.
Melalui model pembelajaran drill and practice, peserta didik dapat membaca Surah An-Nas dengan tartil.
Melalui model pembelajaran tikrär, peserta didik dapat menunjukan hafalan Surah An-NAs dengan lancar
Melalui model pembelajaran talqin dan tasmi, peserta didik dapat membaca huruf hijaiah bersambung sesuai dengan makhārijul huruf.
B. Pemahaman Bermakna
Meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Surah An-Nas dengan tartil.
C. Pertanyaan pemantik
Pemantik pembelajaran dalam bab 1 ini meliputi pertanyaan-pertanyaan, instruksi, dan aktivitas siswa baik secara individu maupun kelompok.
Salah satu pertanyaan pemantik tersebut, yaitu “tahukah kalian Surah An-Nas?”
Peserta Didik diminta membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Surah an-Nas.Mereka juga diminta untuk membaca Surah An-Nas secara mandiri dan bersama-sama serta saling menyimak bacaan peserta didik secara bergantian.
D. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembuka
Guru memulai pembelajaran dengan salam dan mengajak peserta didik berdoa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang akan berlangsung dalam pembelajaran.
Apersepsi:
Pada bagian awal bab 1, kegiatan apersepsi diawali dengan guru memastikan peserta didik telah siap mengikuti pembelajaran, mengawalinya dengan berdoa, dan membangkitkan motivasi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran dengan bernyanyi bersama ataupun bertepuk.
Kegiatan Inti:
Peserta didik dibuat berkelompok dengan temannya.
Peserta didik diarahkan untuk membaca ta'awudz dan basmalah sebelum menghafal Surah An-Nas.
Peserta didik membaca Surah An-Nas secara bersama-sama.
Peserta didik secara klasikal membaca Surah An-Nas ayat per ayat dengan satu ayat dibaca 5-7 kali.
Peserta didik membacanya dengan melihat tulisan pada buku siswa.
Peserta didik secara klasikal membaca Surah An-Nas satu surah dibaca berkali-kali hingga 5-7 kali dengan melihat tulisan pada buku siswa.
Peserta didik dengan kelompoknya masing-masing membaca Surah An-Nas ayat per ayat dengan satu ayat dibaca 5-7 kali tanpa melihat tulisan.
Peserta didik dengan kelompoknya masing-masing membaca satu Surah an-Nãs berkali-kali hingga 5-7 kali tanpa melihat tulisan.
Pada rubrik "Keterampilanku", peserta didik diajak bersama-sama membaca kalimat "Aku bisa menghafalkan Surah An-Nas dengan lancar". Peserta didik melafalkannya dengan bimbingan guru sehingga diharapkan mereka dapat termotivasi untuk dapat menghafal Surah An-Nas dengan lancar.
Pada rubrik "Aktivitas Kelompok", peserta didik secara berkelompok (satu kelompok berisi dua peserta didik) diminta menghafal Surah An-Nas secara bergantian. Kedua peserta didik dalam kelompok masing-masing berganti peran.
Yang satu menghafal dan yang lainnya menyimak begitu sebaliknya. Peserta didik yang menyimak diminta memberikan koreksi, nilai, dan masukan kepada teman sekelompoknya agar keduanya dapat menghafalkan Surah An-Nas dengan lancar dan benar.
Pada rubrik "Bismillah, Aku Pasti Bisa", peserta didik diminta melakukan:
Uji keterampilan menghafal Surah An-Nas;
Penilaian diri dengan mengisi kolom "Sudah" atau "Belum" dengan memberi tanda centang (V) sesuai dengan uraian dan memberi masukan terhadap hasil menyimak hafalan teman kelompoknya.
Kegiatan Penutup
Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari untuk mengetahui hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran.
Mengajarkan semua peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran dengan melakukan hening dan berdoa
Guru dan peserta didik bersama-sama mengucapkan hamdalah
E. Refleksi
Refleksi guru
Apakah pemilihan media pembelajaran telah mencerminkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai?
Apakah gaya penyampaian materi mampu ditangkap oleh pemahaman peserta didik?
Apakah keseluruhan pembelajaran dapat memberikan makna pembelajaran yang hendak dicapai?
Apakah pemilihan metode pembelajaran sudah efektif untuk menerjemahkan tujuan pembelajaran?
Apakah pelaksanaan pembelajaran tidak keluar dari norma-norma?
Apakah pelaksanan pembelajaran hari ini dapat memberikan semangat kepada peserta didik untuk lebih antusias dalam pembelajaran selanjutnya?
F. Asesmen/Penilaian
Penilaian
1. Penilaian sikap spiritual dilakukan dengan observasi/ pengamatan secara langsung dengan instrumen penilaian sebagai berikut.
No.
Tanggal
Nama Peserta Didik
Aspek yang Diamat
Catatan Perilaku
Tindak Lanjut
2. Guru melakukan penilaian keterampilan peserta didik dalam membaca Surah An-NāA pada rubrik. Instrumen penilaiannya sebagai berikut.
No.
Nama Peserta Didik
Tajwid
Fasih
Makhraj
Jumlah Skor
Nilai Ketuntasan
Tidak Lanjut
Penskoran:
Tiap jawaban benar bernilai 10 sehingga jumlah skor adalah 30.
Nilai = Perolehan Nilai x 100 Jumlah Skor
G. Kegiatan Pengayaan dan Remedial
Kegiatan Tindak Lanjut
1. Perbaikan
Kegiatan perbaikan diberikan kepada peserta didik yang belum memenuhi KBM (Ketuntasan Belajar Minimal). Perbaikan dilakukan dengan cara mengulang materi yang menjadi kesulitan peserta didik tersebut terlebih dahulu, lalu dilakukan penilaian kembali.
2. Pengayaan
Kegiatan pengayaan diberikan kepada peserta didik yang sudah memenuhi bahkan melampaui KBM. Kegiatan pengayaan dapat berupa penugasan menjadi tutor sebaya bagi peserta didik yang belum memenuhi KBM.
Selain itu, pengayaan juga dapat berupa pendalaman materi membaca Surah An-Nas melalui materi tajwid ataupun makharijul huruf.
Baca Juga: Contoh Modul Ajar Matematika Kelas 2 SD Kurikulum Merdeka sebagai Acuan Guru
Demikianlah contoh modul ajar PAI kelas 2 SD Kurikulum Merdeka bab 1. Semoga informasi di atas dapat membantu dalam menyusun modul ajar dan membuat siswa lebih memahami materi yang diajarkan tentang Surah An-Nas.(MZM)
