Konten dari Pengguna

Contoh Teks Ceramah tentang Hikmah Puasa Bulan Ramadhan yang Penuh Berkah

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi laki-laki memberi ceramah tentang hikmah puasa Ramadhan. Foto: unsplash.com/rade_nugroho
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laki-laki memberi ceramah tentang hikmah puasa Ramadhan. Foto: unsplash.com/rade_nugroho

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Umat Islam berbondong-bondong mempersiapkan diri dalam menyambut bulan yang penuh berkah tersebut, tak terkecuali para penceramah. Bagi Anda yang sedang mencari ceramah tentang hikmah puasa Bulan Ramadhan sebagai materi kultum, Anda bisa menggunakan contoh berikut sebagai referensi.

Contoh Teks Ceramah tentang Hikmah Puasa Bulan Ramadhan yang Penuh Berkah

Kultum merupakan salah satu media dakwah dalam menyebarkan syariat agama Islam. Kultum sendiri bisa dijumpai dalam berbagai waktu. Namun yang paling sering adalah pada waktu shalat subuh atau sebelum shalat tarawih.

Banyak sekali materi yang dapat disampaikan para penceramah. Salah satunya adalah hikmah puasa Ramadhan. Adapun contoh teks ceramah tentang hikmah puasa bulan Ramadhan yakni:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Alhamdulillaahi robbil’alamiina. Washsholaatu was salaamu’alaa asyrofil mursaliina, wa’alaa aalihi washohbihi ajma’iina. Ammaa ba’du.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan penuh keberkahan, bulan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk kita. Hal ini bukan tanpa alasan.

Bulan Ramadhan adalah bulan diwajibkannya umat Islam berpuasa sebulan penuh. Puasa bulan Ramadhan merupakan salah satu dari rukun Islam. Seperti sebuah hadits yang dijelaskan dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah SAW bersabda,

Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; menegakkan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji; dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)

Ilustrasi ceramah tentang hikmah puasa Ramadhan. Foto: unsplash.com/thevictorbarrios

Lalu apa yang dimaksud dengan puasa?

Husain Bin Audah Awaysasyah dalam karyanya berjudul Al-Mausuah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah (2004:28) menjelaskan, Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan “shaum”. Shaum secara bahasa bermakna imsak (menahan diri) dari makan, minum, berbicara, nikah dan berjalan. Sedangkan secara istilah shaum bermakna menahan diri dari segala pembatal dengan tata cara yang khusus.

Banyak sekali hikmah berpuasa di bulan Ramadhan, di antaranya:

1. Puasa Merupakan Puasa yang Diwajibkan Umat Sebelum kita

Sebelum kita diwajibkan, umat-umat terdahulu juga diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Apabila puasa puasa bukan menjadi amalan yang sangat agung, maka tidaklah mungkin umat-umat sebelumnya Allah wajibkan untuk menunaikan puasa di bulan Ramadhan.

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)

2. Pahala Puasa Bulan Ramadhan Tak Terhingga

Tidak mungkin Allah SWT mewajibkan umat-Nya melakukan suatu hal tanpa ada alasan dan keutamaan. Tak terkecuali dengan puasa di bulan Ramadhan. Bahkan seorang umat Islam yang berpuasa di bulan Ramadhan, ia akan mendapatkan pahala yang tak tehingga.

Seperti yang dijelaskan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151)

3. Mempersempit Jalan Setan pada Jalan Darah Manusia

Ketika seorang berpuasa di bulan Ramadhan, maka darah yang ada di tubuhnya akan dipersempit. Padahal, setan ada pada setiap aliran darah manusia. Namun aliran darah yang dipersempit ini hanya sebatas aliran setan yang berada pada dalam manusia, bukan berarti benar-benar dipersempit.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia pada tempat mengalirnya darah.” (HR. Bukhari 7171 dan Muslim no. 2174)

Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitabnya Latho’if Al Ma’arif cetakan pertama (2008:276-277) menjelaskan akan isi hadist tersebut,

Puasa dapat menenangkan setan yang seringkali memberikan was-was. Puasa pun dapat menekan syahwat dan rasa marah. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan puasa sebagai salah satu obat mujarab bagi orang yang memiliki keinginan untuk menikah namun belum kesampaian.

Begitu besarnya hikmah dari puasa bulan Ramadhan yang hikmah yang begitu besar. Manfaatkan puasa Ramadhan tahun ini dengan amalan sebanyak-banyaknya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita. Amiin.

(MZM)