Contoh Teks Eksplanasi Beserta Penjelasan Strukturnya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh teks eksplanasi merupakan bentuk teks eksplanasi yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk membuat teks eksplanasi. Contoh teks eksplanasi yang dibuat juga dapat dijadikan pedoman dalam menulis teks eksplanasi karena pembuatannya sudah sesuai dengan kaidah dan struktur teks eksplanasi. Sebelum dapat mengetahui contoh teks eksplanasi yang sesuai dengan kaidah, Anda dapat memahaminya di dalam artikel ini.
Contoh Teks Eksplanasi Sesuai Struktur
Contoh teks eksplanasi dapat kita ketahui secara benar dengan mengidentifikasi strukturnya. Struktur teks eksplanasi terdiri dari pernyataan umum, deretan penjelas, lalu dilengkapi dengan interpretasi.
Struktur teks eksplanasi yang pertama adalah pernyataan umum. Struktur ini berisi tentang pernyataan umum tentang fenomena yang akan dibahas. Biasanya struktur teks eksplanasi ini terletak di awal paragraf. Struktur selanjutnya adalah deretan penjelas. Deretan penjelas ini berisi tentang penjelasan detail proses awal hingga akhir dari suatu fenomena yang dikaji.
Selanjutnya adalah Interpretasi. Struktur teks eksplanasi ini bersifat opsional. Teks penutup ini biasanya berisi dari inti dari keseluruhan teks yang telah dikaji dalam teks eksplanasi. Bagian ini juga dapat diisi dengan tanggapan atau kesimpulan dari penjelasan fenomena yang dijabarkan pada teks eksplanasi. Berikut ini adalah contoh teks eksplanasi yang sesuai dengan kaidah dan struktur teks eksplanasi.
Gunung meletus merupakan fenomena alam yang terjadi akibat adanya endapan magma pada perut bumi dan disemburkan oleh gas yang memiliki kekuatan tinggi. Letusan gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang sangat dahsyat.
Walaupun begitu, gunung berapi terbentuk oleh letusan yang sangat dahsyatnya itu. Beberapa gunung berapi di Indonesia adalah Gunung Krakatau, Gunung Merapi, Gunung Toba, Gunung Kerinci, Gunung Tambora, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Hampir semua aktivitas gunung berapi berhubungan dengan zona kegempaan yang aktif karena berhubungan langsung dengan batas lempeng bumi. Fenomena gunung meletus diawali dengan aktivitas pada batas lempeng bumi yang mengalami perubahan tekanan dan suhu yang signifikan.
Sehingga mampu melelehkan material batuan di sekitarnya itu, yang biasa disebut dengan magma atau cairan pijar. Magma akan mengintrusi material yang berada di sekitarnya melalui rekahan-rekahan yang mendekati permukaan bumi.
Magma dibentuk melalui suhu yang sangat panas di dalam perut bumi. Pada kedalaman yang relatif, suhu yang sangat tinggi mampu melelehkan seluruh material yang ada di dalam perut bumi.
Pada saat material-material ini meleleh maka akan menghasilkan gas yang nantinya akan bercampur dengan magma tersebut. Magma yang akan dikeluarkan oleh gunung meletus terbentuk pada kedalaman kurang lebih 60 sampai 160 KM dibawah permukaan bumi.
Kemudian magma yang mengandung gas, berada dibawah tekanan batu-batuan padat yang terdapat disekitar kawah. Tekanan ini menyebabkan magma meletus dan bergerak keluar menuju permukaan bumi.
Gas dan magma ini bersamaan meledak dan membentuk lubang yang biasa disebut dengan lubang utama. Sebagian besar magma dan material vulkanik lainnya kemudian menyembur melalui lubang utama ini.
Setelah semburan berhenti, kawah yang menyerupai mangkuk ini biasanya terbentuk pada bagian puncak gunung berapi. Sementara itu, lubang utama berada di dasar kawah tersebut.
Dampak dari letusan gunung berapi terhadap lingkungan dapat berupa dampak positif dan juga dampak negatif. Dampak negatif dari letusan gunung berapi adalah berupa bahaya langsung yang dapat dirasakan oleh manusia dan makhluk hidup yang lainnya.
Seperti awan panas, gas beracun, debu vulkanik, dan jatuhan piroklastik yang keluar dari gunung berapi tersebut. Sedangkan bahaya yang tidak langsung setelah erupsi berakhir adalah terjadi hujan lahar, rusaknya lahan pertanian dan perkebunan, serta ancaman berbagai penyakit seperti penyakit saluran pernapasan.
Adapun dampak positif yang dapat dirasakan adalah lahan yang subur, material yang keluar dari perut bumi dapat dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat, energi panas bumi, areal wisata alam, dan sumber daya air.
Oleh karena itu, sampai saat ini gunung berapi masih menjadi sebuah momok yang mengerikan untuk masyarakat. Karena kedahsyatan letusan gunung berapi mampu membelah pulau dan membentuk danau.
Teks eksplanasi di atas adalah contoh teks eksplanasi yang membahas fenomena alam gunung meletus. Dalam contoh teks eksplanasi di atas dapat diketahui strukturnya yaitu pernyataan umum terdapat pada paragraf 1 & 2. Di paragraf selanjutnya hingga paragraf ke-12 berisi deretan penjelasan sebab akibat dari fenomena alam tersebut. Dalam teks eksplanasi ini terdapat interpretasi yang berada di paragraf terakhir. (DA)
