Corak Hidup Masyarakat Praaksara Lengkap dengan Kebiasaannya
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum adanya kemajuan teknologi, masyarakat di dunia khususnya di Indonesia mengalami perkembangan yang diawali dengan masa praaksara. Untuk mengetahui corak hidup masyarakat praaksara dan perkembangannya, mari kita simak penjelasan berikut ini.
Corak Hidup Masyarakat Praaksara dan Perkembangannya
Masa praaksara merupakan masa di mana sekumpulan manusia belum mengenal berbagai huruf. Zaman tersebut ditandai dengan adanya corak hidup masyarakat praaksara yang memiliki ciri khusus.
Bagaimana corak hidup masyarakat praaksara? Penjelasan mengenai masyarakat yang tinggal pada zaman praaksara dipaparkan secara rinci dalam buku berjudul Buku Siswa Sejarah Indonesia SMA/MA Kelas 10 yang disusun oleh Windriati, S.Pd. (2021: 59) yang menyebutkan bahwa masa pra aksara merupakan masa di mana manusia belum mengenal tulisan.
Dalam buku tersebut juga dipaparkan bahwa berdasarkan corak kehidupannya, masyarakat praaksara dibagi menjadi masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam dan berternak, dan masa kemahiran teknik atau yang juga dikenal dengan masa undagi.
Dari perkembangan zaman tersebut, kita mengetahui bahwa corak hidup masyarakat praaksara mengalami perkembangan. Masa praaksara awal dimulai dari cara yang paling sederhana hingga pembuatan alat-alat yang berasal dari logam. Pada awalnya manusia hidup berpindah-pindah atau nomaden hingga akhirnya menetap dengan membuat rumah. Dari awalnya mencari makanan dengan berburu hingga menghasilkan makanan sendiri.
Manusia yang tinggal pada zaman praaksara tersebut tentu memiliki kebiasaan dan ciri khusus. Hal ini juga disebutkan dalam buku berjudul Sejarah Nasional Indonesia: Edisi Revisi 2013 yang ditulis oleh Edi Hernadi (2019: 45) yang menuliskan bahwa kebiasaan masyarakat praaksara adalah menjadikan goa sebagai tempat tinggal.
Karakter khas hunian masyarakat pra aksara yaitu terletak dekat dengan sumber air dan kehidupan di alam terbuka. Kebanyakan manusia purba menghuni lingkungan di pinggir sungai. Hal ini dibuktikan dari adanya situs purba di sepanjang aliran sungai, salah satunya aliran Bengawan Solo.
Selain diketahui dari pola huniannya, kita dapat mengetahui bahwa masyarakat praaksara memiliki kebiasaan untuk hidup bergantung dengan alam sekitar. Hal ini diketahui dari bagaimana cara mereka mendapatkan makanan dan juga mencari tempat tinggal.
Penjelasan mengenai corak kehidupan masyarakat praaksara merupakan hal yang menambah wawasan khususnya dalam bidang perkembangan zaman dan peradaban manusia dalam sejarah. Semoga informasi ini bermanfaat. (DAP)

