Dampak dari Revolusi Industri 4.0 pada Bidang Otomotif

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa dampak dari revolusi industri 4.0 pada bidang otomotif? Pertanyaan ini muncul karena ada perubahan aspek kehidupan dan perilaku masyarakat global yang mempengaruhi dunia industri, termasuk industri otomotif.
Perkembangan revolusi industri 4.0 sendiri dimulai tahun 2011, dengan ditandai penggunaan mesin kendali jarak jauh menggunakan jaringan Internet of Things (IoT).
Apa Dampak dari Revolusi Industri 4.0 pada Bidang Otomotif?
Mengutip buku Dasar-Dasar Teknik Otomotif untuk SMK/MAK KELAS X, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2022), revolusi industri 4.0 pada saat ini mempengaruhi kebiasaan masyarakat dunia.
Salah satu yang terjadi adalah perubahan masyarakat yang ketergantungan smartphone, sehingga memengaruhi peralatan industri, peralatan pembayaran keuangan, bahkan alat transportasi, seperti transportasi online (Ride Sharing/Ride Hailing).
Penggabungan teknologi otomasi dan teknologi informasi pada bidang otomotif memengaruhi proses pembelian bahan baku, proses produksi, proses penjualan produk, sampai perawatan produk.
Pada awalnya proses ini menggunakan peralatan dan mesin-mesin otomatis. Namun, saat ini dapat dikendalikan dan dipantau secara jarak jauh dengan jaringan internet.
Secara garis besar, dampak dari revolusi industri 4.0 pada bidang otomotif adalah sebagai berikut:
Penggunaan teknologi dalam produk otomotif. Contohnya: remote jarak jauh dengan fitur yang semakin komplit seperti fitur menyalakan kendaraan tanpa kunci (keyless) dan anti maling (anti-theft). Ada juga aplikasi untuk memantau kondisi kendaraan seperti kondisi oli, kelistrikan, bensin dan lain sebagainya.
Mengubah kebiasaan masyarakat pada umumnya karena kemudahan produk industri 4.0
Semakin banyak pengembangan teknologi jarak jauh dan pemanfaatan teknologi Internet of Think (IoT). Banyak jenis pekerjaan tertentu digantikan oleh robot-robot yang terkoneksi dengan internet. Contoh penggunaan IoT, misalnya mobil tanpa sopir. Mobil ini dalam pengontrolannya menggunakan beberapa sensor, kamera, dan laser yang dapat berputar di bagian atas untuk mendeteksi keadaan sekitar. Mobil tanpa sopir juga dikenal dengan mobil otonom, berbagai perusahaan besar terus mengembangkan teknologi ini, contohnya Tesla.
Baca Juga: Memahami Perbedaan antara Revolusi Industri 1.0 dengan 4.0
Apa dampak dari revolusi industri 4.0 pada bidang otomotif? Ulasan di atas telah menjawab pertanyaan tersebut.
(ARD)
