Konten dari Pengguna

Dampak Positif dan Negatif Konflik Sosial di Masyarakat

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi konflik sosial. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konflik sosial. Foto: Pexels

Konflik sosial tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Hal ini karena setiap orang memiliki berbagai perbedaan, misalnya, dalam hal pendapat atau perbedaan kepentingan.

Adanya konflik sendiri dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif. Dengan mengetahui berbagai akibat yang dihasilkan, hal ini dapat menjadi pembelajaran dan menyelesaikan konflik sosial secara kepala dingin.

Dampak Positif Konflik Sosial

Ilustrasi dampak positif konflik sosial. Foto: Pexels

Dmpak positif konflik sering disebut sebagai fungsi konflik. Konflik sosial memiliki konsekuensi-konsekuensi positif yang memberikan kontribusi pada suatu masyarakat atau sistem.

Mengutip buku Pendalaman dan Pemantapan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VIII karya Fritz Hotman Syahmahita Damanik dijelaskan sejumlah dampak positif dari konflik sosial antara lain:

1. Bertambahnya Solidaritas Sesama Anggota Kelompok

Ketika suatu kelompok dalam (in-group) menghadapi ancaman dari kelompok luar (out-group), para anggota kelompok dalam berkembang menjadi lebih kompak dan bersatu dalam upaya mereka untuk mempertahankan diri.

Solidaritas di dalam suatu kelompok umumnya sulit dikembangkan pada situasi normal, tetapi akan langsung meningkat pesat saat terjadi konflik dengan pihak-pihak luar.

2. Munculnya Pribadi yang Kuat dan Tahan Uji

Semakin sering anggota kelompok dihadapkan dalam situasi konflik, maka dapat dipastikan bahwa kekuatan dan keterampilan mereka untuk mengelola konflik akan bertambah. Lambat laun, konflik tak lagi dipersepsikan sebagai hambatan, melainkan tantangan yang harus diatasi dengan sebaik mungkin.

3. Sebagai Alat Perubahan Sosial

Konflik berfungsi sebagai alat perubahan sosial, misalnya, anggota-anggota kelompok atau masyarakat yang berseteru akan menilai dirinya sendiri dan mungkin akan terjadi perubahan dalam dirinya.

Adanya konflik sosial juga dapat menghidupkan kembali norma-normal lama dan menciptakan norma baru, serta penyesuaian hubungan sosial dalam kelompok bersangkutan sesuai kebutuhan individu atau kelompok.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Norma? Ini Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Dampak Negatif Konflik Sosial

Ilustrasi dampak negatif konflik sosial. Foto: Pexels

Dampak negatif konflik sering disebut sebagai disfungsi konflik. Konflik dipandang merugikan dan mengancam keutuhan suatu kelompok atau masyarakat. Beberapa hal yang terjadi sebagai akibat negatif dari konflik sosial antara lain sebagai berikut.

1. Hancurnya Kesatuan Kelompok

Jika konflik yang tidak berhasilkan diselesaikan menimbulkan kekerasan atau perang, suatu kesatuan kelompok akan mengalami kehancuran.

2. Adanya Perubahan Kepribadian Individu

Jika dalam suatu kelompok mengalami konflik, seseorang atau sekelompok orang yang semula memiliki kepribadian pendiam, penyabar menjadi beringas, agresif dan mudah marah, terlebih jika konflik tersebut berujung pada kekerasan.

3. Hancurnya Nilai dan Normal Sosial yang Ada

Antara nilai dan normal sosial dengan konflik terdapat hubungan yang bersifat korelasional, artinya bisa saja terjadi konflik berdampak pada hancurnya nilai dan normal sosial akibat ketidakpatuhan anggota masyarakat akibat dari konflik.

(SA)