Konten dari Pengguna

Dasar Perhitungan Kalender Hijriah dan Perbedaannya dengan Kalender Masehi

27 Februari 2025 21:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi dasar perhitungan kalender hijriah adalah. Sumber: sanni sahil/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dasar perhitungan kalender hijriah adalah. Sumber: sanni sahil/unsplash
ADVERTISEMENT
Kalender yang paling dikenal oleh masyarakat muslim Indonesia dan dunia adalah kalender Hijriah. Lantas, apa dasar perhitungan kalender Hijriah dan perbedaannya dengan kalender Masehi.
ADVERTISEMENT
Kalender Hijriah dan Masehi adalah dua kalender yang paling dikenal oleh masyarakat muslim. Kedua kalender ini memiliki sistem perhitungan dan penanda waktu yang tentunya berbeda.

Inilah Dasar Perhitungan Kalender Hijriah dan Perbedaannya dengan Kalender Masehi

Ilustrasi dasar perhitungan kalender hijriah adalah. Sumber: simon infanger/unsplash
Mengutip buku Best Score 100: Bank Soal Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI 4, 5, 6, Tim Master Eduka (2020) dasar perhitungan kalender Hijriah adalah berdasarkan peredaran bulan mengelilingi Bumi. Lama revolusi bulan terhadap bumi adalah 29,5 hari.
Sistem ini mengikuti siklus sinonik bulan, yaitu perubahan fase bulan dari hilal, bulan sabit, bulan perbani, bulan cembung, hingga bulan purnama dan kembali lagi ke hilal. Lama durasi satu siklus sinodik bulan adalah sekitar 29 hari 12 jam 44 menit, yang dibulatkan menjadi 29,5 hari.
ADVERTISEMENT
Siklus sinodik bulan pada umumnya dihitung dari istikbal atau bulan purnama ke istikbal berikutnya. Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan, namun panjang bulannya bervariasi antara 29 hingga 30 hari. Sehingga dalam satu tahun Hijriah, panjangnya dapat mencapai minimal 354 hari.
Selama satu daur Hijriah yang berlangsung selama 30 tahun, terdapat 11 tahun kabisat dengan panjang tahun 355 hari untuk mengimbangi 44 menit dari siklus sinodik bulan. Dengan begitu, kalender Hijriah tetap akan selaras dengan siklus sinodik bulan.
Mengutip laman resmi Nadlatul Ulama (https://www.nu.or.id/), perbedaan utama antara kalender Hijriah dan Masehi adalah sebagai berikut:

1. Dasar Perhitungan

ADVERTISEMENT

2. Durasi Tahun

3. Penanda Awal Bulan

4. Penyesuaian Kalender

Dasar perhitungan kalender Hijriah adalah hal yang perlu diketahui oleh umat muslim. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. (ARD)