Konten dari Pengguna

Dasar Perhitungan Kalender Hijriah dan Perbedaannya dengan Kalender Masehi

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dasar perhitungan kalender hijriah adalah. Sumber: sanni sahil/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dasar perhitungan kalender hijriah adalah. Sumber: sanni sahil/unsplash

Kalender yang paling dikenal oleh masyarakat muslim Indonesia dan dunia adalah kalender Hijriah. Lantas, apa dasar perhitungan kalender Hijriah dan perbedaannya dengan kalender Masehi.

Kalender Hijriah dan Masehi adalah dua kalender yang paling dikenal oleh masyarakat muslim. Kedua kalender ini memiliki sistem perhitungan dan penanda waktu yang tentunya berbeda.

Inilah Dasar Perhitungan Kalender Hijriah dan Perbedaannya dengan Kalender Masehi

Ilustrasi dasar perhitungan kalender hijriah adalah. Sumber: simon infanger/unsplash

Mengutip buku Best Score 100: Bank Soal Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI 4, 5, 6, Tim Master Eduka (2020) dasar perhitungan kalender Hijriah adalah berdasarkan peredaran bulan mengelilingi Bumi. Lama revolusi bulan terhadap bumi adalah 29,5 hari.

Sistem ini mengikuti siklus sinonik bulan, yaitu perubahan fase bulan dari hilal, bulan sabit, bulan perbani, bulan cembung, hingga bulan purnama dan kembali lagi ke hilal. Lama durasi satu siklus sinodik bulan adalah sekitar 29 hari 12 jam 44 menit, yang dibulatkan menjadi 29,5 hari.

Siklus sinodik bulan pada umumnya dihitung dari istikbal atau bulan purnama ke istikbal berikutnya. Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan, namun panjang bulannya bervariasi antara 29 hingga 30 hari. Sehingga dalam satu tahun Hijriah, panjangnya dapat mencapai minimal 354 hari.

Selama satu daur Hijriah yang berlangsung selama 30 tahun, terdapat 11 tahun kabisat dengan panjang tahun 355 hari untuk mengimbangi 44 menit dari siklus sinodik bulan. Dengan begitu, kalender Hijriah tetap akan selaras dengan siklus sinodik bulan.

Mengutip laman resmi Nadlatul Ulama (https://www.nu.or.id/), perbedaan utama antara kalender Hijriah dan Masehi adalah sebagai berikut:

1. Dasar Perhitungan

  • Kalender Hijriah: Berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi (siklus sinodik Bulan).

  • Kalender Masehi: Berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari (siklus tropis Matahari).

2. Durasi Tahun

  • Kalender Hijriah: Satu tahun memiliki 354 atau 355 hari, dengan tahun kabisat untuk menyesuaikan siklus bulan.

  • Kalender Masehi: Satu tahun memiliki 365 hari atau 366 hari pada tahun kabisat.

3. Penanda Awal Bulan

  • Kalender Hijriah: Awal bulan ditandai dengan ketampakan hilal.

  • Kalender Masehi: Tidak memiliki penanda khusus untuk awal bulan.

4. Penyesuaian Kalender

  • Kalender Hijriah: Menggunakan tahun kabisat untuk mengkompensasi kelebihan dalam siklus sinodik bulan.

  • Kalender Masehi: Menggunakan sistem tahun kabisat untuk mengkompensasi kekurangan dalam siklus tropis matahari.

Baca Juga: Apa yang Menjadi Dasar Perhitungan Kalender Masehi? Ini Penjelasannya

Dasar perhitungan kalender Hijriah adalah hal yang perlu diketahui oleh umat muslim. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. (ARD)