Konten dari Pengguna

Doa Niat Puasa Qadha untuk Ganti Puasa Ramadhan yang Ditinggalkan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Niat Puasa. Sumber: Jonathan Pielmayer/Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Niat Puasa. Sumber: Jonathan Pielmayer/Unsplash.com

Inilah doa niat puasa qadha untuk ganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan. Berikut bacaan doa niat puasa qadha selengkapnya untuk Anda.

Doa Niat Puasa Qadha

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa-i fardhi ramadhaana lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Sengaja saya berpuasa pada esok hari untuk mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa di atas, dilansir dari buku “Kitab Terlengkap Bersuci, Shalat, Puasa, Shalawat, Surat-surat Pendek, Hadits Qudsi dan Hadits Arba’in Pilihan, serta Dzikir & Doa'' karya Ustaz Rusdianto (2017: 153). Qadha puasa atau mengganti puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Islam yang telah baligh sebagaimana syarat wajib puasa, yaitu:

  • Beragama Islam

  • Baligh

  • Berakal

  • Sehat

  • Mampu

  • Tidak dalam Perjalanan

  • Suci dari Haid dan Nifas

Ilustrasi Membaca Ayat Alquran tentang Perintah Qadha. Sumber:Andri Helmansyah/Unsplash.com

Perintah untuk mengganti puasa yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan pun terdapat dalam firman Allah, yakni Surat Al Baqarah ayat 184. Ayat tersebut berbunyi,

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ - ١٨٤

Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Waktu untuk mengganti puasa atau menunaikan hutang puasa Ramadhan adalah dari H+1 Idul Fitri hingga Ramadhan berikutnya, kecuali di hari yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa atau hari tasyrik. Hal ini sebagaimana yang dilansir dari NU Online, yakni waktu untuk melaksanakan qadha adalah sampai bulan Ramadhan berikutnya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sekian informasi tentang doa niat puasa qadha dan dalil tentang ganti puasa kali ini, sampai bertemu dalam informasi lainnya di Berita Terkini. Selamat menunaikan ibadah puasa. (AA)