Fungsi Ribosom pada Sel Hewan dan Perannya dalam Sintesis Protein

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi ribosom pada sel hewan merupakan aspek fundamental dalam biologi sel.
Ribosom merupakan organel penting yang terdapat pada hampir semua jenis sel hidup, termasuk sel hewan.
Keberadaannya berkaitan erat dengan proses pembentukan protein yang menjadi komponen vital dalam berbagai aktivitas biologis.
Fungsi Ribosom pada Sel Hewan
Dikutip dari buku Sel Hewan dan Tumbuhan, Anak Agung Istri Mas Padmiswari (2025:49), ribosom merupakan organel sel yang tersusun dari gabungan RNA ribosom dan protein. Organel ini bertugas membuat protein di dalam sel.
Ribosom dapat ditemukan di dua lokasi, yaitu menempel pada retikulum endoplasma atau bergerak bebas di sitoplasma.
Fungsi ribosom pada sel hewan tidak dapat dilepaskan dari perannya dalam mentranslasi informasi genetik menjadi protein.
Proses ini dimulai saat mRNA yang membawa instruksi genetik berinteraksi dengan ribosom.
Selanjutnya, tRNA membawa asam amino yang diperlukan, lalu ribosom menggabungkannya menjadi rantai polipeptida.
Keunikan ribosom pada sel hewan terletak pada kemampuannya untuk memproduksi berbagai jenis protein, mulai dari enzim hingga protein struktural.
Protein ini akan digunakan untuk membangun membran, mengatur reaksi kimia, dan menjalankan fungsi metabolisme.
Selain itu, lokasi ribosom juga menentukan fungsinya, di mana ribosom yang menempel pada retikulum endoplasma kasar menghasilkan protein untuk sekresi, sedangkan ribosom bebas memproduksi protein yang berfungsi di dalam sel itu sendiri.
Peran Ribosom dalam Sintesis Protein
Dalam sintesis protein, ribosom berperan sebagai mesin penerjemah kode genetik menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh. Proses ini berlangsung melalui tahapan inisiasi, elongasi, dan terminasi.
Pada tahap inisiasi, ribosom mengenali awal rangkaian mRNA, kemudian memulai penyusunan polipeptida. Tahap elongasi terjadi saat asam amino secara berurutan disambungkan, membentuk struktur protein yang spesifik.
Akhirnya, pada tahap terminasi, ribosom melepaskan protein yang telah selesai disintesis.
Tanpa keberadaan ribosom, sel hewan tidak akan mampu membentuk protein yang diperlukan untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan fungsi enzimatik.
Dengan demikian, ribosom bukan hanya sekadar organel pasif, melainkan pusat pengendali utama dalam pabrik protein seluler.
Fungsi ribosom pada sel hewan menjadi komponen kunci dalam menjaga kelangsungan hidup dan produktivitas sel. Proses sintesis protein yang terjadi di dalamnya memastikan setiap sel memiliki komponen struktural dan fungsional yang dibutuhkan. (Mona)
Baca Juga: Fungsi Tulang Lengan Atas, Hasta, dan Pengumpil bagi Manusia
