Konten dari Pengguna

Gambaran Pelaksanaan Tabot di Bengkulu untuk Menyambut Tahun Baru Islam

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gambaran pelaksanaan tabot di Bengkulu, sumber gambar oleh andri yutis dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gambaran pelaksanaan tabot di Bengkulu, sumber gambar oleh andri yutis dari Pixabay

Tabot merupakan salah satu upacara adat yang berasal dari wilayah Bengkulu, yang bertujuan untuk menyambut tahun baru Islam. Ritual tabot pertama kali dilakukan oleh para penyebar agama Islam dari India di wilayah Bengkulu. Selain sebagai penyebar agama Islam, mereka juga dikenal sebagai pelaut yang ulung karena berhasil menyeberangi lautan menuju Sumatera. Bagaimana gambaran pelaksanaan tabot di Bengkulu untuk menyambut tahun baru Islam?

Pengertian Upacara Tabot

Pengertian tabot dikutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Mandrasah Tsanawiyah Kelass IX karya H. Murodi, (2016: 148) Tabot adalah acara untuk mengenang gugurnya Imam Husein Bin Ali Abi Thalib cucu dari Nabi Muhammad SAW ketika ditawan oleh tentara Yazid bin Muawiyah di Padang Karbala Irak.

Pada awalnya memang upacara tabot digunakan oleh orang-orang Syiah. Namun semenjak orang-orang Sipai lepas dari pengaruh ajaran Syiah upacara ini dilakukan hanya untuk memenuhi wasiat leluhur mereka. Namun sejak beberapa dekade terakhir selain melaksanakan wasiat leluhur, upacara ini juga dimaksudkan sebagai wujud partisipasi orang-orang Sipai dalam pembinaan dan pengembangan budaya di wilayah Bengkulu

Gambaran Tradisi Tabot

Ilustrasi gambaran pelaksanaan tabot di Bengkulu, sumber gambar oleh Syauqi Fillah dari Pixabay

Tradisi tabot terdiri dari rangkaian panjang, berikut adalah gambaran tata cara pelaksanaan tabot di Bengkulu.

  1. Mengambil tanah atau mengambil tanah yang dinilai magis.

  2. Duduk penja, dilakukan dengan mencuci jari-jari dari kuningan yang dinamakan penja.

  3. Merandai, dilakukan dengan mengambil dana di masyarakat.

  4. Menjara, dilakukan dengan mendatangi kelompok yang lain guna mengadakan pertandingan dol (semacam bedug).

  5. Arak penja, dilakukan dengan meletakkan penja ke dalam tabut yang kemudian diarak di jalanan.

  6. Mengarak penja dengan menambahkan sorban berwarna putih. Sorban ini ditaruh di tabot yang ukurannya kecil.

  7. Gam, dilakukan dengan cara tidak melakukan apapun sebab tahapan ini maknanya adalah berkabung dengan tenang.

  8. Arak Gendang, dilakukan dengan melepaskan Tabot Besanding (dilaksanakan 9 Muharram).

  9. Tabot Tebuang, dilaksanakan 10 Muharram yang merupakan tahapan paling akhir.

Itulah sembilan tahapan yang menggambarkan pelaksanaan tabot di Bengkulu untuk menyambut tahun baru Islam mulai dari 1 Muharram hingga 10 Muharram. (WWN)