Konten dari Pengguna

Hari Tasyrik Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hari tasyrik. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hari tasyrik. Foto: Pexels

Ada beberapa aturan tertentu yang melarang seorang muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Salah satu hari yang tidak diperbolehkan puasa dalam Islam, yaitu pada Hari Tasyrik.

Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari setelah Hari Raya Iduladha. Hari tersebut memiliki keutamaan tersendiri bagi setiap muslim karena menjadi kesempatan untuk memperbanyak zikir. Lalu, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal berapa?

Hari Tasyrik Jatuh pada Tanggal Berapa?

Ilustrasi hari tasyrik. Foto: Pexels

Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan Zulhijah berdasarkan kalender Islam. Hari-hari tersebut memiliki keistimewaan tersendiri, seperti larangan berpuasa, anjuran memperbanyak berzikir, dan penyempurnaan ibadah haji.

Berpuasa pada Hari Tasrik dilarang karena pada tiga hari tersebut umat Islam masih dalam suasana perayaan hari raya Iduladha sehingga masih diharamkan untuk berpuasa.

Pada hari tersebut menjadi waktu untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk rasa syukur pada Allah SWT atas nikmat yang diberikan.

Dalam buku Dahsyatnya Puasa Sunah oleh Amirulloh Syarbini dan Lis Nur'aeni Afgani, keutamaan tersebut sebagaimana diriwayatkan oleh Nabisyah Al-Hadzali, bahwa Rasullah SAW bersabda, "Hari-hari tasyriq adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir pada Allah." (HR. Muslim)

Dari Amr ibn 'Ash, ia meriwayatkan, "Bahwa hari-hari tasyriq itu merupakan hari ketika Rasullah memerintahkan kita untuk berbuka dan melarang kita puasa."

Sementara itu, bagi umat Islam yang menunaikan ibadah haji pada hari tersebut, mereka sedang berada di Mina untuk melakukan ritual haji berupa melempar jamrah.

Baca Juga: Doa Berbuka Puasa Dzahaba dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya

Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik

Ilustrasi hari tasyrik. Foto: Pexels

Agar mendapatkan keberkahan Hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berzikir seperti membaca Al-Qur'an, bertakbir setelah salat-salat wajib, atau pada saat jamrah bagi mereka yang sedang melaksanakan haji.

1. Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an di Hari Tasyrik menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk seorang muslim. Dengan membaca Al-Qur'an, umat Islam dapat semakin mendekatkan diri pada Allah.

2. Bertakbir Setelah Salat Wajib

Amalan yang utama dilaksanakan selama Hari Tasyrik lainnya, yaitu bertakbir setelah setiap salat wajib. Takbir ini dikenal sebagai takbir muqoyyad, yang dilakukan hingga akhir Hari Tasyrik. Hal ini bertujuan untuk terus mengagungkan kebesaran Allah.

3. Perbanyak Berzikir

Hari Tasyrik adalah waktu yang baik untuk memperbanyak zikir pada Allah dengan membaca bacaan tahmid dan takbir sebagai bentuk syukur pada-Nya.

4. Melanjutkan Penyembelihan Hewan Kurban

Jika belum berkurban pada Hari Raya Iduladha, masih ada kesempatan untuk melanjutkan penyembelihan hewan kurban. Waktu menyembelih kurban berlangsung hingga akhir Hari Tasrik, yaitu 13 Zulhijah.

(SA)