Isi dalam Injil Markus 10: 13-16 Ayat Alkitab

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap anak penting dan berharga di mata Tuhan. Hal ini tertulis pada isi dalam injil Markus 10: 13-16. Injil Markus menceritakan kisah di mana orang-orang membawa anak-anaknya untuk bertemu dengan Yesus.
Orang tua tersebut berharap agar Yesus meletakkan tangan atas anak-anak dan memberkati mereka (ayat 13). Namun, hal ini dianggap membuang waktu Yesus oleh para murid. Padahal Yesus ingin anak-anak dapat merasakan, melihat, dan mendengar kasih dari Yesus.
Isi dalam Injil Markus 10: 13-16 Alkitab
Ketika murid-murid Tuhan Yesus memarahi orang tua yang membawa anak-anaknya, Yesus menghendaki para muridNya untuk tidak menghalangi anak-anak. Dikutip dari buku Renungan Harian®: Juli 2020, Tim Penulis RH (2020), anak-anak adalah sosok yang empunya kerajaan Allah.
Yesus ingin anak-anak dapat merasakan, melihat, dan mendengar kasih Yesus. Hal ini tertulis dalam Markus 10: 16, yaitu “Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tanganNya di atas mereka Ia memberkait mereka”.
Permintaan yang ditujukan kepada Yesus adalah bahwa Ia mau menjamah anak-anak tersebut. Walaupun tidak disebutkan di dalam Alkitab mengenai penumpangan tahan, tetapi peristiwa ini berakhir dengan penumpangan tanganNya.
Tuhan Yesus memeluk semua anak kecil. Yesus ingin dekat dengan anak-anak dan tentunya anak-anak juga merasa nyaman dekat dengan Yesus karena merasakan kasihNya. Setiap anak penting dan berharga di mata Tuhan. Oleh karena itu, setiap anak harus dibawa lebih dekat kepada Yesus sejak usia dini.
Berdasarkan isi dalam injil Markus 10: 13-16, umat Kristen dapat belajar untuk tidak menghalangi orang-orang yang mau datang kepada Tuhan. Adapun umat Kristen harus menyambut siapa pun yang ingin bertumbuh bersama dan kebenaran firman Tuhan.
Baca juga: Kandungan 2 Timotius 3 yang Menjelaskan Keadaan Manusia di Akhir Zaman
Setiap orang yang ingin menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat tentunya menjadi keluarga Allah. Tuhan tidak pernah memandang siapa pun yang ingin bertemu dan merasakan kasihNya. Oleh karena itu, umat Kristen juga tidak pernah memandang orang lain berdasarkan umur dan golongannya. Semoga kasih Kristus selalu menyertai! (CHL)
