Isi Khutbah Terakhir Nabi Muhammad Lengkap dengan Pesannya bagi Umat Muslim

·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khutbah terakhir Nabi Muhammad berisi pesan yang perlu diketahui umat muslim secara umum. Dalam khutbah yang disampaikan Nabi Muhammad ini, umat muslim diingatkan betapa pentingnya untuk berpegang teguh pada agama Islam.
Sebelum mengetahui isi dari khutbah terakhir yang disampaikan Rasulullah, penting untuk memahami terlebih dulu definisi khutbah secara umum.
Khutbah Terakhir Nabi Muhammad Sebelum Rasulullah Wafat
Mengutip dari dalam Buku Pintar Khatib dan Khotbah Jumat, Arif Yosodipuro (2013:9), pengertian khutbah dalam bahasa Indonesia dapat dimaknai dengan pemberian ceramah, wasiat, nasihat, dan sejenisnya. Khutbah biasanya berisi hal-hal keagamaan untuk kemudian disampaikan bagi khalayak umum.
Khutbah merupakan salah satu cara yang banyak diterapkan, khususnya dalam Islam untuk menyampaikan pesan penting, khususnya dalam hal keagamaan. Khutbah dapat disampaikan oleh siapa saja, termasuk Nabi Muhammad Saw.
Isi khutbah terakhir Nabi Muhammad sebelum wafat membahas tentang pentingnya menunaikan haji dan berpegang teguh pada agama Islam.
Khutbah yang terakhir disampaikan Rasulullah ini dilakukan saat Nabi menjalani ibadah haji pertama dan terakhir yang dikenal dengan haji wada atau haji perpisahan. Untuk mengetahui isi khutbah terakhir Nabi Muhammad, berikut ini isi khutbahnya mengutip dari situs resmi https://kemenag.go.id/:
“Segala puji adalah bagi Allah. Kita memuja dan memuji Dia dan memohon pertolongan kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung pada Allah dari kejahatan-kejahatan diri kita dan dari segala perbuatan yang buruk. Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah, maka takkan ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan Allah, maka tak ada siapa pun yang dapat menunjukkan jalan baginya. Aku naik saksi, bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Maha Esa Ia, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku naik saksi, bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.
Wahai manusia, dengarkanlah pesanku baik-baik. Aku akan menyampaikan kepadamu satu keterangan (sebagai wasiat), karena sesungguhnya aku tidak tahu apakah aku akan bertemu lagi dengan kamu sesudah tahun ini di tempat aku berdiri (sekarang) ini.
“Wahai manusia, Sesungguhnya darahmu (jiwamu), harta bendamu dan kehormatanmu adalah suci dan haram (dilarang diganggu), sebagaimana suci dan haramnya bulan ini (bulan haji), sampai kamu kelak menghadap Tuhan. Sungguh kamu pasti akan menemui (menghadap) Tuhan, di mana Ia pasti akan menanyakan tentang segala amal perbuatanmu. Ingatlah, bukankah sudah aku sampaikan? (Umat: sudah-sudah! Nabi: Ya Allah, persaksikanlah!)
Maka barang siapa ada amanat di tangannya, hendaklah disampaikannya kepada orang yang memberikan amanat itu kepadanya. Ingatlah, tak seorang pun yang melakukan tindak pidana melainkan ia sendiri yang bertanggungjawab atasnya. Tidak ada anak bertanggungjawab terhadap tindak pidana ayahnya, pun juga tidak seorang ayah bertanggungjawab terhadap tindak pidana anaknya.
Wahai manusia, dengarkanlah kata-kataku ini dan pahamkan semuanya. Sesungguhnya seorang muslim dan muslim lainnya adalah umat yang bersaudara. Tidak ada sesuatu yang halal bagi seorang muslim dari saudaranya melainkan apa yang telah direlakan kepadanya. Maka janganlah kamu menzalimi dirimu sendiri. Ingatlah, bukankah sudah aku sampaikan? (Umat: sudah-sudah! Nabi: Ya Allah, persaksikanlah!).”
“Sesungguhnya riba sudah dihapuskan. Tapi kamu akan memperoleh modal saham kamu. Maka janganlah kamu berlaku zalim agar kamu pun tidak dizalimi orang. Wahai segenap manusia! Sesungguhnya Tuhanmu adalah Esa (Satu), dan nenek moyangmu adalah satu. Semua kamu berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Tidak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang yang bukan Arab melainkan dengan takwa itulah. Dan jika seorang budak hitam Abyssinia sekalipun menjadi pemimpinmu, dengarkanlah dia dan patuhlah padanya selama ia tetap menegakkan Kitabullah. Ingatlah, bukankah sudah aku sampaikan? (Umat: sudah-sudah! Nabi: Ya Allah, persaksikanlah!).
Wahai manusia, takutlah kepada Allah. Kerjakanlah shalat yang lima waktu, lakukanlah puasa, berhajilah ke Baitullah dan tunaikanlah zakat hartamu dengan sukarela serta patuhlah atas apa yang aku perintahkan. Kamu pasti kelak akan bertemu dengan Tuhanmu, dan Ia pasti akan menanyakan kepadamu tentang segala perbuatanmu. Ingatlah, bukankah sudah aku sampaikan? (Umat: sudah-sudah! Nabi: Ya Allah, persaksikanlah!). Sesungguhnya zaman itu beredar, musim berganti.
Wahai segenap manusia! Sesungguhnya setan itu sudah putus harapan akan (terus) disembah-sembah di negerimu ini. Akan tetapi sesungguhnya dia puas dengan ditaati dalam hal-hal selain daripada itu (disembah), yakni dalam perbuatan-perbuatan yang kamu (sebenarnya) benci, maka waspadalah terhadap tipu daya (setan) yang akan merugikan agamamu.”
“Camkanlah perkataanku ini, wahai manusia! Sesungguhnya telah kusampaikan kepadamu, dan sesungguhnya aku sudah meninggalkan untuk kamu sekalian sesuatu, yang bila kamu berpegang teguh kepadanya, pasti kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, yakni sesuatu yang terang dan nyata, Kitabullah (Al Quran) dan Sunnah Nabi-Nya.”
“Wahai Tuhanku! Persaksikanlah, persaksikanlah wahai Tuhanku. Maka hendaklah yang telah menyaksikan di antara kamu menyampaikan kepada yang tidak hadir. Semoga barangsiapa yang menyampaikan akan lebih mendalam memperhatikannya daripada sebagian yang mendengarkannya. Mudah-mudahan bercucuranlah rahmat Allah dan berkat-Nya atas kamu sekalian!”
Setelah mengucapkan khutbah perpisahan, Rasulullah turun dari unta kemudian menunaikan salat Zuhur dan Ashar yang dikerjakan dengan dijama’ secara berjamaah. Kemudian Rasulullah menuju Sakhrat dan menyampaikan ayat Al-Quran yang diwahyukan Allah sebagai penutup risalah kenabian. Ayat tersebut berbunyi: “Pada hari ini aku sempurnakan bagimu agamamu dan Aku lengkapkan untukmu nikmat-Ku, dan Aku ridhai bagimu Islam sebagai agamamu.” (QS Al-Maidah: 3).
Baca juga: Contoh Materi Khutbah Jumat Terbaru tentang Menyambut Bulan Ramadan
Demikian isi khutbah terakhir Nabi Muhammad yang disajikan secara lengkap. Isi khutbah ini dapat dijadikan sebagai bahan renungan bagi umat muslim agar dapat meningkatkan kualitas diri. (DAP)
