Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Jelaskan Semboyan Glory dalam 3G! Ini Artinya
24 Februari 2025 17:46 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Pada abad ke-15, bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra yang dikenal sebagai era eksplorasi. Motivasinya dirangkum dalam semboyan 3G, yaitu Gold (kekayaan), Glory (kejayaan), dan Gospel (penyebaran agama Kristen). Jelaskan semboyan Glory dalam 3G!
ADVERTISEMENT
Salah satu aspek penting dalam semboyan ini adalah Glory, yang berkaitan dengan ambisi bangsa Eropa untuk mencapai kejayaan melalui ekspansi wilayah dan dominasi politik. Namun, banyak penjelasan dan maksud tertentu di balik semboyan itu.
Jelaskan Semboyan Glory dalam 3G! Ini Penjelasannya
Mengutip dari buku Manusia Indonesia, Alam & Sejarahnya, Noor Hidayati, S.Pd., M.Pd., Huriyah, S.Pd., M.Pd., (2021), semoboyan 3G mendasari aktivitas eksplorasi dan eksploitasi. Glory untuk mendapatkan ketenaran dan kejayaan dari menemukan jajahan baru.
Jika diminta jelaskan semboyan Glory dalam 3G, Glory berarti kejayaan atau kebanggaan yang diperoleh melalui penaklukan dan perluasan kekuasaan . Bagi bangsa Eropa, kejayaan suatu negara diukur dari seberapa luas wilayah jajahan yang dikuasai.
Oleh karena itu, negara-negara seperti Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda berlomba-lomba mencari serta menguasai daerah baru di luar Eropa. Negara tersebut percaya bahwa semakin luas wilayah jajahan yang dimiliki, semakin besar pengaruh yang dapat diraih.
ADVERTISEMENT
Salah satu contoh nyata dari penerapan Glory dalam praktik kolonialisme adalah keberhasilan Portugis merebut Malaka pada tahun 1511 di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque. Malaka pada saat itu merupakan pusat perdagangan penting di Asia Tenggara.
Dengan penguasaannya memberikan kebanggaan dan keuntungan strategis bagi Portugis. Selain itu, bangsa Eropa juga menduduki berbagai wilayah lain di dunia, termasuk benua Amerika, Afrika, dan Asia, dengan tujuan memperkuat dominasi secara global.
Namun, semboyan Glory tidak hanya berdampak pada bangsa Eropa, tetapi juga membawa konsekuensi besar bagi wilayah yang dijajah. Banyak daerah mengalami eksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja, serta perubahan sosial dan budaya akibat kolonialisme.
Di Indonesia sendiri, praktik kolonialisme yang berawal dari semangat Glory ini menyebabkan penjajahan selama berabad-abad, hingga akhirnya muncul gerakan perlawanan dari masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
Penjabaran di atas, dapat menjadi jawaban jika diminta jelaskan semboyan Glory dalam 3G. Semboyan Glory merupakan dorongan bagi bangsa Eropa untuk memperluas wilayah kekuasaan demi kejayaan dan kebanggaan nasional . (RIZ)