Nama Raja Thailand yang Membuat Thailand Bertahan dari Masa Penjajahan Eropa

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Thailand adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh bangsa Eropa. Negeri Gajah Putih tersebut tetap merdeka berkat kebijakan strategis yang ditetapkan sang raja kala itu.
Namun, siapa nama raja Thailand yang membuat Thailand bertahan dari masa penjajahan Eropa? Untuk mengetahui jawaban lengkapnya, simak terus uraian artikel berikut ini.
Mengenal Nama Raja Thailand yang Membuat Thailand Bertahan dari Masa Penjajahan Eropa
Merujuk buku Sejarah Asia Tenggara karya A. Kardiyat Wiharyanto, Keberhasilan Thailand dalam mempertahankan diri dari penjajahan bangsa Eropa tidak lepas dari kepemimpinan Raja Chulalongkorn (Rama V).
Raja Chulalongkorn, juga dikenal sebagai Raja Rama V, adalah putra kesembilan Raja Mongkut. Ia telah diangkat menjadi pemimpin Kerajaan Siam (sekarang Thailand) di bawah perwalian Somdet Chao Phraya Si Suriyawong (qv) sejak usianya masih berusia 15 tahun, tepatnya ketika sang ayah meninggal dunia pada 1868.
Selama lima tahun berikutnya ia dipersiapkan untuk mengemban tugasnya dengan mengamati urusan istana dan melakukan perjalanan ke Malaya Britania dan Hindia Belanda pada 1871 dan ke Malaya, Burma (Myanmar), dan India pada 1871—1872.
Setelah penobatannya pada 1873, raja muda itu memberlakukan serangkaian reformasi ambisius. Berkat rangkaian reformasinya ini, Thailand menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak tertembus penjajahan bangsa Eropa.
Baca Juga: Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Menurut Catatan Sejarah
Strategi Raja Chulalongkorn dalam Menjaga Kemerdekaan Thailand
Berdasarkan informasi yang dituliskan dalam laman resmi UNESCO, Raja Chulalongkorn mengadopsi beberapa strategi untuk memastikan Thailand tetap bebas dari penjajahan, seperti:
1. Modernisasi Negara
Untuk menghindari anggapan bahwa Thailand adalah negara terbelakang yang mudah dikendalikan, Raja Chulalongkorn memperkenalkan berbagai reformasi, seperti:
Pembaruan sistem pendidikan: Raja mengirim putra-putra bangsawan untuk belajar ke luar negeri dan mendirikan sekolah-sekolah modern di Thailand.
Reformasi birokrasi: Sistem administrasi kerajaan diperbarui agar lebih efisien dan terstruktur.
Pembangunan infrastruktur: Jalur kereta api dan sistem telekomunikasi diperkenalkan untuk meningkatkan konektivitas di Thailand.
2. Diplomasi yang Cerdas
Raja Chulalongkorn memahami bahwa Inggris dan Prancis memiliki kepentingan di Asia Tenggara. Ia menerapkan strategi diplomasi dengan mendekati kedua kekuatan kolonial ini, sehingga Thailand menjadi negara buffer (penyangga) antara wilayah jajahan Inggris (Burma dan Malaysia) serta jajahan Prancis (Indochina).
Selain itu, Raja juga sering melakukan perjalanan ke negara-negara Eropa untuk menjalin hubungan baik dan memperlihatkan bahwa Thailand adalah negara yang maju dan berdaulat.
3. Reformasi Militer
Untuk memperkuat pertahanan negara, Raja Chulalongkorn memodernisasi angkatan bersenjata Thailand dengan mengadopsi sistem militer ala Barat dan membeli peralatan perang modern. Ini menunjukkan bahwa Thailand siap mempertahankan diri jika ada ancaman kolonial.
Dampak Kebijakan Raja Chulalongkorn
Hingga kini, Raja Chulalongkorn masih dihormati sebagai salah satu pemimpin terbesar dalam sejarah Thailand. Adapun dampak dari kepemimpinan Raja Chulalongkorn kala ia mejabat, di antaranya:
Thailand tetap merdeka, tidak seperti negara-negara tetangganya yang dijajah Eropa.
Masyarakat Thailand mengalami kemajuan pesat dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur.
Sistem pemerintahan modern mulai diterapkan, yang menjadi dasar bagi perkembangan Thailand di era selanjutnya.
(NDA)
