Jenis-Jenis dan Syarat Bahan Saniter untuk Membasmi Kuman

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap bahan yang digunakan oleh manusia selalu memiliki syarat tertentu, termasuk bahan saniter untuk membasmi kuman. Keberadaan syarat bahan saniter muncul karena ada kebutuhan untuk meminimalkan risiko penggunaan produk.
Jika tidak ada syarat khusus bagi bahan saniter, manusia, hewan, serta tumbuhan dapat mengalami sejumlah risiko. Salah satu contoh adalah ketika suatu saniter mengandung bahan beracun, bagian tubuh yang terkena saniter dapat mengalami iritasi.
7 Syarat Bahan Saniter atau Sanitasi
Saniter dalam bahasa Indonesia merupakan istilah yang berkaitan dengan kesehatan atau usaha perbaikan kesehatan. Secara umum, bahan saniter merupakan produk sanitasi untuk membantu membasmi kuman berbahaya.
Dikutip dari buku Industri Pembibitan Ternak SMK/MAK Kelas XI Semester 1, Santoso (2021: 48), tujuh syarat bahan saniter atau sanitasi yang baik, yaitu:
Bersifat germisida paling tinggi.
Tidak toksik (beracun), baik itu bagi manusia maupun hewan.
Efektif dengan adanya bahan organik.
Antikorosif.
Tidak menimbulkan bau yang menyengat.
Mudah diperoleh.
Tidak mahal.
Ketujuh syarat bahan sanitasi tersebut tentu memiliki tujuan penting. Beberapa contoh tujuan syarat bahan sanitasi, antara lain:
Supaya efektif membasmi kuman, tetapi tidak berbahaya bagi manusia, hewan, dan tumbuhan;
Tidak merusak benda sekitar;
Tidak mengiritasi pengguna; serta
Setiap orang dapat memperoleh dengan mudah karena tersedia di banyak tempat dan terjangkau (tidak mahal).
Jenis-Jenis Saniter dalam Kehidupan Manusia
Saniter untuk membasmi kuman berbagai penyakit terdiri dari beberapa jenis. Dikutip dari buku Sanitasi Hygiene Kecantikan SMK/MAK Kelas X, Ermavianti dan Ani (2019: 54), berikut adalah tiga jenis saniter secara umum.
1. Thermal Sanitizing
Thermal Sanitizing adalah metode sanitasi yang dilakukan dengan menggunakan suhu tinggi. Bahan saniter yang digunakan untuk melakukan sanitasi secara thermal sanitizing adalah uap air dan air panas.
Jenis sanitasi tersebut dapat mematikan bakteri karena molekul bakteri dalam sel bakteri terdenaturasi (protein rusak karena panas). Thermal sanitizing biasanya digunakan dalam industri yang menggunakan peralatan stainless dengan suhu air antara 74°C – 90°C.
2. Radiation Sanitizing
Radiation sanitizing merupakan jenis sanitasi dengan menggunakan sinar ultraviolet atau sinar gamma. Saniter jenis ini banyak digunakan di rumah sakit dan sanitasi untuk peralatan kecantikan yang terbuat dari logam atau stainless steel.
3. Chemical Sanitizing
Chemical Sanitizing merupakan jenis sanitasi yang menggunakan berbagai bahan kimia karena setiap bahan kimia mempunyai komposisi dan aktivitas tertentu. Secara umum, lebih pekat konsentrasi bahan sanitasi lebih efektif cara kerjanya.
Baca juga: Iodoform, Jenis Haloalkana yang Digunakan Sebagai Antiseptik pada Luka
Demikian dapat diketahui bahwa ada tujuh jenis syarat bahan saniter yang umumnya berkaitan dengan efektivitas, keamanan, dan keterjangkauan produk. Selain itu, dapat diketahui juga bahwa secara umum, ada tiga jenis saniter dalam kehidupan manusia. (AA)
