Jenis-Jenis Indikator Asam Basa dalam Kimia

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada pelajaran Kimia murid akan belajar tentang banyak hal. Salah satunya adalah belajar mengenai jenis-jenis indikator asam basa. Indikator tersebut dapat menunjukkan sifat asam, basa, atau netral.
Indikator ini sangat penting. Hal itu karena setiap larutan pastinya mengandung sifat netral, asam, maupun basa. Tanpa adanya indikator, maka sifat larutan tidak akan dapat diukur.
Ulasan Jenis-Jenis Indikator Asam Basa di Kimia
Apa yang disebut sebagai indikator asam basa? Dikutip dari buku Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam, Sunarya dan Setiabudi (2007), indikator asam basa adalah petunjuk tentang perubahan pH dari suatu larutan asam atau basa.
Agar dapat menentukan sifat suatu larutan, maka dibutuhkan indikator. Berikut penjelasan jenis-jenis indikator asam basa dalam kimia.
1. Kertas Lakmus
Indikator asam basa pertama yang dapat digunakan adalah kertas lakmus. Kertas lakmus ini adalah benda yang paling banyak digunakan di laboratorium. Hal itu bukan tanpa alasan.
Kertas lakmus dianggap cukup praktis dan juga harganya cukup murah. Kertas lakmus memiliki dua jenis, yaitu yang berwarna merah dan biru.
Untuk mengidentifikasi sifat zat, maka larutan akan diteteskan di atas kertas. Cara lainnya adalah dengan mencelupkan kertas ke dalam larutan. Nantinya kertas lakmus akan berubah warna sesuai dengan sifat zat larutan.
2. Indikator Alami
Seperti namanya, indikator alami berasal dari bahan alami yang telah diekstrak sedemikian rupa. Indikator ini biasanya berasal dari tanaman-tanaman yang memiliki warna pekat. Contohnya adalah wortel dan kunyit.
Perlu dipahami bahwa tidak semua tanaman dapat dijadikan indikator asam basa alami. Syarat tanaman untuk dijadikan indikator adalah yang dapat berubah warna jika diteteskan larutan asam atau basa.
3. Indikator Larutan Asam Basa
Indikator selanjutnya adalah menggunakan larutan tertentu. Biasanya larutan yang sering digunakan adalah metil jingga (mau), bromtimol, metil merah (mm), dan juga fenolftalein (PP).
4. pH Meter
pH meter merupakan suatu alat yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa. pH meter dapat mengukur sifat larutan secara cepat dan tepat. Biasanya pH meter digunakan untuk indikator titrasi asam basa.
Baca juga: Pengertian dan Macam-macam Indikator Asam Basa Alami
Demikian penjelasan tentang jenis-jenis indikator asam basa. Di sekolah biasanya indikator yang akan digunakan dalam praktikum adalah kertas lakmus atau indikator alami karena murah dan mudah didapatkan. (FAR)
