Jenis-Jenis Pemeriksaan dan Nilai Normal Tanda-Tanda Vital (TTV)

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis pemeriksaan dan nilai normal tanda-tanda vital (TTV) wajib diketahui para tenaga medis demi kelancaran perawatan pasien. Pemeriksaan TTV merupakan salah satu metode pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada fungsi tubuh dasar.
Hal tersebut bertujuan untuk membantu dokter mendiagnosis suatu penyakit dan merencanakan perawatan medis yang tepat. Dalam pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV) ada 4 komponen tanda vital utama yang harus dipantau secara rutin.
Jenis-Jenis Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital
Melalui pemeriksaan tanda-tanda vital, dokter akan lebih mudah merencanakan terapi medis yang tepat untuk pasien. Pemeriksaan tanda-tanda vital dilakukan pada saat pasien pertama kali datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis.
Apabila pasien dicurigai sedang menderita kondisi medis yang serius, maka tanda-tanda vital akan dipantau secara rutin. Selain itu juga terus dilakukan evalauasi untuk menilai perkembangan penyakit sampai nilai TTV kembali normal. Berikut jenis dan nilai normal TTV.
1. Tekanan Darah
Tekanan darah adalah kekuatan pemompaan darah yang dilakukan oleh jantung untuk mengalirkan darah di dalam pembuluh darah hingga ke seluruh tubuh. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan tensimeter dan stetoskop.
Tekanan darah dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan darah di dalam arteri pada saat jantung berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh.
Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan darah di dalam arteri pada saat jantung beristirahat untuk mengisi darah dari seluruh bagian tubuh. Tekanan darah normal pada orang dewasa adalah 120/80 mmHg.
Dikutip dari buku Pemeriksaan Fisik, Azril Okta dkk (2022: 2), bayi dan anak-anak memiliki tekanan darah yang lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah normal dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti aktivitas fisik, diet, dan usia.
Agar pengukuran tekanan darah dapat dilakukan dengan tepat, sebaiknya beristirahatlah dengan santai terlebih dahulu. Durasi istirahat yang dapat dilakukan, yaitu sekitar 15 menit sebelum pengukuran dilakukan.
2. Denyut Nadi
Denyut nadi adalah frekuensi pemompaan jantung pada pembuluh darah. Pengukuran denyut nadi bermanfaat untuk menentukan irama dan kekuatan nadi.
Pengukuran denyut nadi dilakukan dengan menggunakan stetoskop atau menggunakan jari yang ditekankan pada nadi penderita selama 60 detik. Pengukuran denyut nandi dapat dilakukan pada 5 jenis arteri berikut ini.
Arteri Radialis (Pergelangan Tangan)
Arteri Brakialis (Siku)
Arteri Karotis (Leher)
Arteri Poplitea (BelakangLutut)
Arteri Dorsalis Pedis (Kaki)
Nilai normal denyut nadi pada orang dewasa adalah 60-100 kali per menit. Pada bayi dan anak-anak, denyut nadi normal cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.
Denyut nadi dapat meningkat akibat beberapa faktor, seperti olahraga, emosi, kondisi sakit, atau mengalami cedera. Sama seperti pengukuran tekanan darah, pengukuran denyut nadi sebaiknya dilakukan setelah beristirahat terlebih dahulu.
3. Laju Pernapasan
Laju pernapasan sama dengan frekuensi pernapasan. Pengukuran laju pernapasan dilakukan dengan menghitung jumlah pengembangan dada seseorang untuk menarik napas dalam waktu satu menit.
Pengukuran laju pernapasan biasanya dilakukan pada saat istirahat. Metode ini bertujuan untuk menilai sulit atau tidaknya seseorang dalam bernapas. Laju pernapasan akan meningkat saat seseorang sedang olahraga, demam, penyakit paru, atau kondisi medis lainnya.
Nilai respirasi normal atau pernapasan normal untuk orang dewasa adalah 12-20 kali per menit. Sementara pada bayi dan anak-anak, laju perapasan normal lebih tinggi daripada orang dewasa.
4. Suhu Tubuh
Suhu tubuh adalah ukuran panas badan seseorang. Pengukuran suhu tubuh dilakukan dengan menggunakan termometer. Pengukuran dapat dilakukan melalui mulut, ketiak, dubur, telinga, dan kulit dahi.
Suhu tubuh normal untuk orang dewasa adalah 36,5- 37,5 derajat Celsius. Suhu tubuh seseorang bisa berubah-ubah, biasanya dipengaruhi oleh aktivitas, makanan, konsumsi cairan, cuaca, dan jenis kelamin, terutama wanita pada saat mengalami masa subur.
Baca juga: Jenis-Jenis Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia
Itulah jenis-jenis pemeriksaan dan nilai normal tanda-tanda vital yang wajib diketahui para tenaga medis. Semoga informasi tersebut dapat menambah wawasan dan pemahaman tentang TTV. (Gin)
