Jenis-Jenis Perawatan Mesin pada Industri Manufaktur beserta Fungsinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam sebuah industri, perawatan menjadi hal yang sangat penting. Sebab, perawatan membuat mesin tetap dalam keadaan prima dan bebas hambatan. Perlu diketahui, jenis-jenis perawatan mesin pada industri manufaktur cukup beragam.
Inilah yang membuat beberapa industri enggan melakukan perawatan atau menganggapnya sepele. Padahal, jika tidak dirawat, mesin dapat mengalami kerusakan di berbagai bagian dan membuat produksi terhambat.
Pengertian dan Fungsi Perawatan Mesin pada Industri Manufaktur
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perawatan adalah proses, cara, perbuatan merawat; pemeliharaan; penyelenggaraan; pembelaan (orang sakit).
Sedangkan menurut Conney J dalam jurnal Development and Application of Condition Based Maintenance and Management in Food Manufacturing (2001), perawatan dilakukan untuk mengeliminasi kegagalan suatu sistem dan kerusakannya, serta untuk memastikan peralatan/mesin agar dapat terus bekerja pada toleransi dan spesifikasi yang dirancang.
Perawatan sendiri dilakukan karena beberapa hal, yakni:
1. Memaksimalkan Performa
Tujuan utama dari melakukan perawatan mesin adalah untuk memaksimalkan performa mesin agar tetap optimal. Hal ini dapat berdampak pada kualitas mesin hingga meningkatkan produksi.
2. Lebih Awet
Dengan rutin melakukan perawatan, membuat mesin memiliki masa pakai yang lebih panjang.
3. Memangkas Biaya Perbaikan
Dengan rutin melakukan perawatan berkala, dapat mengantisipasi kemungkinan kerusakan yang lebih cepat dan besar. Selain itu, perawatan dapat menemukan solusi alternatif dari permasalah tersebut yang berdampak biaya perbaikan lebih murah.
4. Mengantisipasi Kerusakan Mendadak
Perawatan yang rutin dapat mengantisipasi kerusakan yang mendadak yang dapat merugikan perusahaan. Sebab, produksi dapat terganggu apabila mesin tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Jenis-Jenis Perawatan Mesin Industri Manufaktur
Adapun jenis-jenis perawatan pada mesin manufaktur, yakni
Preventive maintenance adalah perawatan yang dilakukan dengan menentukan jadwal atau penggantian terhadap bagian yang rusak atau sekadar diperbaiki.
Breakdown maintenance dilakukan ketika terjadi kerusakan agar mesin dapat digunakan kembali.
Scheduled maintenance merupakan perawatan yang dilakukan secara periodik dan biasanya sudah memiliki jadwal tertentu berdasarkan rekomendasi dari produsen mesin.
Predictive maintenance dilakukan untuk pencegahan agar mesin tidak mengalami kerusakan besar. Perawatan yang satu ini dapat diketahui berdasarkan kondisi yang dilakukan secara berkala.
Corrective maintenance adalah perawatan yang dilakukan setelah mesin mengalami kerusakan. Tujuan perawatan ini adalah mengembalikan performa mesin seperti sebelum rusak dan siap beroperasi.
Reliability centered maintenance mengandalkan data tentang mesin untuk melakukan perawatan. Nantinya, perawatan itu sendiri dilakukan secara khusus dengan memperhitungkan mesin mana yang harus mendapatkan perawatan dengan segera.
Reactive maintenance dilakukan berdasarkan kondisi mesin. Caranya hampir sama dengan preventive maintenance. Hanya saja, perawatan ini dilakukan jika sudah ditemukan adanya tanda-tanda mesin mengalami masalah.
Baca Juga: 4 Usaha Technopreneurship di Bidang Manufaktur dan Rekayasa Konstruksi Kapal
Meskipun terlihat merepotkan, tetapi mengetahui jenis-jenis perawatan pada mesin manufaktur di atas membuat produksi dapat berjalan dengan maksimal. Sehingga, industri bisa mendapatkan keuntungan besar jika dibandingkan tanpa melakukan perawatan.(MZM)
