Jenis-Jenis Zat Adiktif, Golongan, dan Dampaknya untuk Tubuh

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Narkoba dan obat-obatan terlarang adalah zat adiktif yang berbahaya. Meski begitu, bukan hanya itu saja zat adiktif yang ada. Terdapat jenis-jenis zat adiktif lain yang ada di lingkungan sekitar.
Dari beragam jenis zat adiktif yang ada, terbagi menjadi beberapa golongan. Inilah yang perlu diketahui agar tidak sampai berdampak buruk terhadap tubuh.
Jenis-Jenis Zat Adiktif dan Golongannya
Zat adiktif adalah istilah untuk zat-zat yang pemakaiannya dapat menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat dan ketergantungan psikologis yang panjang bagi penggunanya.
Dikutip dari buku BUPELAS Pemetaan Materi & Bank Soal IPA SMP Kelas 8 oleh Tim Maestro Genta (2020), jenis-jenis zat adiktif yakni sebagai berikut:
1. Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman, sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Berdasarkan efek ketergantungannya, narkotika terbagi menjadi tiga golongan, yakni:
Golongan I
Narkotika golongan I hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Contoh: Heroin/Putaw, Ganja, Kokain, Opium, Amfetamin, Metamfetamin/ shabu, Mdma/extacy, dan lain sebagainya.
Golongan II
Narkotika golongan II berkhasiat pengobatan. Digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Contoh: Morfin, Petidin, Metadon, dll.
Golongan III
Narkotika golongan III berkhasiat pada pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.
Contoh: Kodein, Etil Morfin, dll.
2. Psikotropika
Psikotropika merupakan zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis yang bukan merupakan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif, berpengaruh selektif pada saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku seseorang.
Psikotropika juga terbagi menjadi beberapa golongan, antara lain:
Golongan I
Psikotropika golongan I hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Ekstasi
Golongan II
Psikotropika golongan II berkhasiat sebagai pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Amphetamine
Golongan III
Psikotropika golongan III berkhasiat pada pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: amobarbital dan pentobarbital.
Golongan IV
Psikotropika golongan IV berkhasiat sebagai pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Diazepam, Nitrazepam (BK, DUM).
3. Zat Adiktif Lainnya
Zat adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang mempengaruhi psikoaktif di luar narkotika dan psikotropika yang menyebabkan kecanduan, di antaranya:
Minuman Alkohol
Minuman alkohol mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari dalam kebudayaan tertentu.
Jika digunakan bersamaan dengan narkotika atau psikotropika akan memperkuat pengaruh obat/zat itu dalam tubuh manusia. Minuman alkohol sendiri terbagi menjadi tiga golongan, yakni:
Golongan A dengan kadar etanol 1 – 5 %
Golongan B dengan kadar etanol 5 – 20 %
Golongan C dengan kadar etanol 20 – 45 %
Rokok
Rokok terbuat dari daun tembakau yang mengandung nikotin, tar, dan karbon monoksida. Nikotin menyebabkan efek ketergantungan yang merusak otak, sistem peredaran darah, dan penyempitan pembuluh darah.
Tar dapat menimbulkan kanker dan meningkatkan produksi lendir pada paru-paru. Adapun gas karbon monoksida dapat menghambat sel-sel darah merah dalam mengikat oksigen.
Kopi
Kopi mengandung kafein yang dapat menyebabkan ketagihan, segar, dan tidak mengantuk bagi pengomsumsinya.
Dampak Zat Adiktif
Sebagai zat yang menyebabkan ketergantungan, zat adiktif memberikan beberapa dampak negatif untuk tubuh, yakni:
Masalah kesehatan mental
Infeksi pernapasan kronis
Penyakit ginjal
Pneumonia
Insomnia
Kerusakan jantung
Gangguan memori otak
Depresi
Baca Juga: Pengertian Zat Adiktif dan Efeknya bagi Tubuh Manusia
Setelah mengetahui jenis-jenis zat adiktif, golongan, dan dampaknya bagi tubuh, sudah sebaiknya menghindari barang-barang tersebut. Dengan begitu, tubuh akan lebih sehat dan kuat.(MZM)
