Konten dari Pengguna

Kehidupan Keagamaan di Kerajaan Sriwijaya dan Bukti Sejarahnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerajaan Sriwijaya. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerajaan Sriwijaya. Foto: Pixabay

Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara yang berkembang pada abad ke-7 hingga abad ke-13 M, terlebih pada masa pemerintahan Raja Balaputra Dewa (Abad ke-8 hingga ke-9 Masehi).

Selain dikenal sebagai pusat perdagangan dan kekuatan maritim, Sriwijaya juga menjadi pusat pembelajaran agama, terutama Buddha. Bukti sejarah pun menunjukkan bahwa kerajaan ini memiliki hubungan erat dengan pusat-pusat keagamaan di India dan China.

Untuk mengetahui informasi lainnya mengenai kehidupan keagamaan dalam wilayah Kerajaan Sriwijaya dan bukti sejarahnya, simak terus artikel ini.

Kehidupan Keagamaan di Kerajaan Sriwijaya

Ilustrasi Kerajaan Sriwijaya. Foto: Pixabay

Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai pusat penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara. Hal ini didukung oleh berbagai catatan sejarah dan prasasti yang menunjukkan pengaruh kuat agama Buddha dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan Sriwijaya.

Menurut informasi dari buku Penyebaran Agama Buddha dan Peninggalan Sejarahnya di Indonesia karangan Ema Sujar Wati dan Rani Nurhasanah, Sriwijaya menganut ajaran Buddha aliran Mahayana, yang berkembang pesat di wilayah Asia Tenggara. Bukti utama dari pengaruh ini adalah:

  • Catatan dari I-Tsing, seorang biksu dari China yang mengunjungi Sriwijaya pada abad ke-7, menyebutkan bahwa kerajaan ini merupakan pusat pembelajaran agama Buddha dan banyak biksu dari China belajar di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke India.

  • Prasasti Kedukan Bukit (683 M) yang menyebutkan keberadaan seorang raja Sriwijaya yang melakukan perjalanan spiritual untuk mendapatkan berkah.

  • Prasasti Talang Tuo (684 M) yang menunjukkan bahwa raja Sriwijaya mendukung pembangunan taman suci untuk kegiatan keagamaan.

Dari bukti-bukti tersebut, dapat disimpulkan bahwa Sriwijaya bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pendidikan agama Buddha yang berpengaruh di Asia Tenggara.

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab Perpindahan Kerajaan Mataram Kuno ke Daerah Timur Pulau Jawa

Pusat Pendidikan Keagamaan di Kerajaan Sriwijaya

Ilustrasi Kerajaan Sriwijaya. Foto: Pixabay

Sebagai pusat ajaran Buddha Mahayana, Sriwijaya menarik banyak pelajar dan biksu dari berbagai negara untuk belajar agama dan filsafat Buddha.

Dharmapala dan Sakyakirti, dua cendekiawan Buddha terkenal yang berasal dari Sriwijaya, banyak berkontribusi dalam penyebaran ajaran Buddha di Asia.

I-Tsing dalam catatannya menyebutkan bahwa Sriwijaya memiliki sistem pendidikan agama yang maju, sehingga biksu yang belajar di sana memiliki pemahaman yang luas mengenai ajaran Buddha.

Banyak pelajar dari India dan China datang ke Sriwijaya sebelum melanjutkan studi mereka ke Nalanda, India, yang merupakan pusat pendidikan Buddha terbesar di dunia saat itu.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa kehidupan keagamaan di Sriwijaya tidak hanya terbatas pada ritual keagamaan, tetapi juga mencakup pendidikan dan pengembangan intelektual.

Bukti Sejarah Keagamaan Kerajaan Sriwijaya

Ilustrasi peninggalan keagaaman Kerajaan Sriwijaya. Foto: Pixabay

Dikutip dari buku Sejarah oleh Nana Supriatna, banyak peninggalan sejarah yang membuktikan pentingnya agama Buddha dalam kehidupan masyarakat Sriwijaya, di antaranya:

  • Prasasti Nalanda (India) yang menyebutkan bahwa Raja Balaputradewa dari Sriwijaya mendukung pembangunan vihara di India.

  • Prasasti Ligor (Thailand) yang menunjukkan pengaruh Sriwijaya dalam penyebaran agama Buddha di Semenanjung Malaya.

  • Candi Muaro Jambi, yang diduga merupakan salah satu pusat pendidikan Buddha di Sriwijaya.

Bukti-bukti ini menguatkan bahwa Sriwijaya adalah kerajaan yang sangat religius dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara.

(NDA)