Kerajaan Banten dan Raja yang Pernah Memimpin, Siapa Sajakah?

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Banten adalah salah satu kerajaan Islam di Pulau Jawa. Kerajaan ini menguasai wilayah Banten yang terletak di barat Pulau Jawa.
Awalnya didirikan oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Perlu diketahui, wilayah Banten sebelumnya merupakan bagian dari Kerajaan Sunda yang bercorak Hindu.
Terlepas dari sejarah terbentuknya Kerajaan Banten, tentunya ada seorang raja yang memimpinnya hingga kerajaan tersebut dapat berjaya pada masanya.
Untuk lebih mengetahui lebih dalam sejarah pembentukan kerajaan Banten, Anda bisa membaca berbagai macam buku sejarah. Yuk, cari tahu siapa saja raja yang memipin Kerajaan Banten sebagai berikut!
Kerajaan Banten Beserta Raja Yang Pernah Memimpin
1. Sultan Maulana Hasanuddin
Dilansir dari berbagai sumber, ketika terjadi perebutan kekuasaan di Kerajaan Demak, daerah Banten dan Cirebon berusaha melepaskan diri dari kekuasaan Demak. Akhirnya, Banten dan Cirebon menjadi kerajaan yang berdaulat dan lepas dari pengaruh Demak.
Sultan Maulana Hasanuddin menjadi raja Banten yang pertama. Ia memerintah Banten selama 18 tahun, yaitu tahun 1552 - 1570 M. Pada masa pemerintahannya, Banten berhasil menguasai Lampung yang banyak menghasilkan rempah-rempah.
Selama pemerintahannya, Sultan Maulana Hasanuddin berhasil membangun pelabuhan Banten menjadi pelabuhan yang ramai dikunjungi para pedagang dari berbagai bangsa. Banten kemudian berkembang menjadi bandar perdagangan maupun pusat penyebaran agama Islam.
2. Maulana Yusuf
Maulana yusuf memerintah banten pada tahun 1570-1580 M. pada tahun 1579, ia menaklukkan Kerajaan Pajajaran di Pakuan yang sekarang menjadi Bogor, dan sekaligus menyingkirkan rajanya yang bernama Prabu Sedah.
Akibatnya, banyak rakyat Pajajaran yang menyingkir ke pegunungan. Mereka inilah yang sekarang dikenal sebagai orang-orang Baduy, atau suku Baduy, di Rangkasbitung Banten.
3. Maulana muhammad
Setelah Sultan Maulana Wusuf wafat, putranya yang bernama Maulana Muhammad, naik tahta pada usia 9 tahun. Pada saat itu putranya masih sangat muda, pemerintahan dijalankan Mengkubumi Jayanegara sampai Maulana Muhammad dewasa (1580-1596).
Enam belas tahun kemudian, Sultan Maulana Muhammad menyerang kesultanan Palembang yang didirikan oleh Ki Gendeng Sure, seorang bangsawan Demak. Kerajaan Banten yang juga keturunan Demak merasa berhak atas daerah Palembang. Namun, Banten mengalami kekalahan saat itu, juga Maulana Muhammad tewas dalam pertempuran.
4. Pangeran Ratu (Abdul Mufakhir)
Pangeran Ratu yang berusia 5 bulan menjadi Sultan Banten yang ke empat ( 1596-1651 ). Sampai pangeran dewasa, pemerintahan dijalankan oleh Mangkubumi Ranamanggala.
Pada saat itulah untuk pertama kalinya, bangsa Belanda yang dipimpin oleh Cornelis De Houtman, mendarat di Banten pada 22 Juni 1596.
Pangeran Ratu mendapat gelar Kanjeng Ratu Banten. Beliau wafat kemudian digantikan oleh anaknya yang dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa.
5. Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad 1647 – 1651
6. Sultan Ageng Tirtayasa (Sultan Abu al-Fath Abdul Fattah)
Sultan Ageng Tirtayasa memerintah Banten paada tahun 1651-1682. Kerajaan Banten pada masa beliau mencapai masa kejayaan.
Sultan Ageng Tirtayasa berusaha memperluas wilayah kerajaannya ini pada tahun 1671 M. Ia juga mengangkat putranya menjadi raja pembantu dengan gelar Sultan Abdul Kahar atau Sultan Haji.
Saat ini, ternyata Sultan Haji menjalin hubungan baik dengan Belanda. Melihat hal itu, Sultan Ageng Tirtayasa kecewa dan menarik kembali jabatan raja pembantu bagi Sultan Haji.
Namun, Sultan Haji berusaha mempertahankan dengan meminta bantuan kepada Belanda. Akibatnya terjadilah perang saudara antar keduanya. Di situ Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap dan dipenjarakan di Batavia hingga beliau wafat pada tahun 1691 M.
Dilanjutkan dengan raja berikut ini yang pernah memimpin Kerajaan Banten:
7. Sultan Haji atau Sultan Abu Nashar Abdul Qahar 1683 – 1687
8. Sultan Abu Fadhl Muhammad Yahya 1687 – 1690
9. Sultan Abul Mahasin Muhammad Zainul Abidin 1690 – 1733
10. Sultan Abul Fathi Muhammad Syifa Zainul Arifin 1733 – 1747
11. Ratu Syarifah Fatimah 1747 – 1750
12. Sultan Arif Zainul Asyiqin al-Qadiri 1753 – 1773
13. Sultan Abul Mafakhir Muhammad Aliuddin 1773 – 1799
14. Sultan Abul Fath Muhammad Muhyiddin Zainussalihin 1799 – 1803
15. Sultan Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmutaqin 1803 – 1808
16. Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin 1809 – 1813
Itulah beberapa raja yang pernah memimpin. Hingga sekarang ini, Kerajaan Banten memberikan banyak peninggalan. Salah satunya adalah pengaruh agama Islam dalam seni bangunan Banten dapat dilihat dari bangunan Masjid Agung Banten dan Kompleks Makam Raja-raja Banten di Kenari. (AA)
