Konten dari Pengguna

Ketentuan Puasa Sunah sesuai Anjuran Nabi Muhammad Saw.

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketentuan puasa sunah. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ketentuan puasa sunah. Sumber: pexels.com

Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, umat muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Namun, tentu saja setiap umat muslim wajib memperhatikan ketentuan puasa sunah yang sesuai dengan syariat Islam.

Baru dengan begitu, puasa yang dilakukan bisa dianggap sah. Apalagi ada banyak sekali puasa sunah yang bisa dilaksanakan oleh umat muslim sepanjang tahunnya. Jadi, sangat penting bagi umat muslim untuk mengetahui ketentuan ini.

Ketentuan Puasa Sunah sesuai Anjuran Rasulullah Saw

Ketentuan puasa sunah. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah, Amirulloh Syarbini, Iis Nur’aeni Afgandi, dan Ade Saeful Muslim (2012:78), puasa sunah adalah puasa di luar Ramadhan maupun puasa fardhu lainnya. Adapun pelaksanaan puasa sunah sendiri adalah pada hari-hari tertentu yang sudah ditunjuk oleh Rasulullah.

Berikut ini adalah informasi tentang ketentuan puasa sunah yang sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad Saw untuk diikuti oleh umat muslim.

1. Syarat Puasa

Secara umum, syarat puasa sunah terdiri dari dua, yakni syarat wajib dan syarat sah puasa. Syarat wajib mencakup beragama Islam, berakal sehat, sudah baligh, dan dapat melaksanakan puasa.

Sedangkan syarat sah puasa adalah beragama Islam, baligh, suci dari nifas dan haid bagi wanita, serta dilakukan pada waktu yang diperbolehkan untuk berpuasa.

2. Rukun Puasa

Rukun puasa terdiri dari niat dan menahan diri dari segala hal yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit hingga terbenamnya matahari. Adapun untuk niat puasa sunah bisa dilakukan setelah fajar selagi belum makan, minum, atau melakukan hal yang dapat membatalkan puasanya.

Hal ini selaras dengan HR. Muslim yang berbunyi sebagai berikut.

دخل على النبيُّ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ هَلْ عندكم شيء فقلنا لا .قال فإني إذا صائم ». ثم أتانا يؤن ما آخر فعلنا يا رسول اللأهدى لنا حيس. فقال أرينيه فلقدْ أصْبَحَتْ صَائعِ فَأَكل

Artinya, "Pada suatu hari, Nabi SAW menemuiku dan bertanya, "Apakah kamu mempunyai makanan?" Kami menjawab, "Tidak ada." Beliau berkata, "Kalau begitu, saya akan berpuasa." Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, "Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura, samin dan keju)." Maka beliau pun berkata, "Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi aku berpuasa."

Baca Juga: Tata Cara Puasa Arafah untuk Umat Islam

Demikian informasi ketentuan puasa sunah sesuai anjuran Nabi Muhammad Saw yang perlu diperhatikan umat muslim. (Anne)