Ketentuan Tablig, Pengertian, Lengkap dengan Fungsinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, terdapat berbagai cara untuk melaksanakan dakwah, salah satunya adalah tablig. Meskipun istilah tersebut sudah banyak diketahui, namun banyak yang belum mengetahui ketentuan tablig, pengertian, hingga fungsinya.
Padahal, dengan mengetahuinya membuat lebih mudah dalam berdakwah. Dengan begitu masyarakat lebih memahami apa yang disampaikan.
Pengertian Tablig
Dikutip dari buku Strategi Dakwah Menurut Al-Qur'an oleh Abu Ali Ammar Hussein (2023), tablig berasal dari kata “balagho” yang artinya menyampaikan. Sedangkan kata lainnya adalah “tablighon” artinya penyampaian atau pemberitahuan.
Secara istilah, pengertian tablig adalah menyampaikan pesan Allah Swt. secara lisan kepada satu orang atau lebih untuk diketahui dan dipahami untuk kemudian diamalkan.
Allah Swt. bersabda,
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Artinya: “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Maidah: 67)
Ketentuan Tablig
Dalam melaksanakannya, terdapat beberapa ketentuan tablig yang harus diperhatikan, antara lain:
Menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Bersikap dengan lemah lembut, tidak kasar dan tidak merusak.
Utamakan musyawarah dan berdiskusi untuk memperoleh kesepakatan bersama.
Gunakan bahasa yang mudah dimengerti para jemaah.
Materi dakwah yang disampaikan harus memiliki dasar hukum yang kuat, sumbernya juga harus jelas.
Sampaikan dengan ikhlas dan sabar, sesuai dengan kondisi, psikologis dan sosiologi si penerima.
Tidak menghasut orang lain untuk merusak, bermusuhan, berselisih, maupun mencari kesalahan orang lain.
Fungsi Tablig
Adapun fungsi dari tablig dalam menyampaikan risalah agama Islam adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Tablig bagi Mablug (Objek Tablig)
Menanamkan pemahaman tentang urusan agama.
Membantu mablug dalam mengetahui akidah yang benar.
Membantu mablug untuk melaksanakan ibadah sesuai yang disyariatkan Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw.
Membantu mablug dalam bermuamalah dan beretika atau berakhlak baik.
Mengembangkan dan meningkatkan jiwa, hati, akal, dan jasmani sesuai ajaran dalam Al-Quran dan hadits.
2. Fungsi Tablig dalam Kegiatan
Memperdalam pemahaman tablig kepada Allah Swt.
Memantapkan tablig dan jiwa, akal, dan kehidupan manusia dalam menghormati dan memuliakannya untuk kemudian mengamalkannya.
Mengukuhkan potensi tablig dalam berbagai faktor, yaitu sektor akidah, sektor ibadah, dan sektor muamalah.
3. Fungsi Tablig Terhadap Mubalig (Penyebar Agama)
Membekali mubalig dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kepandaian dalam berdakwah.
Memperbanyak kesempatan amal.
Menumbuhkan semangat untuk melakukan amalan baik.
Memberi kesempatan kepada mubalig untuk melaksanakan amal kebajikan.
Baca Juga: Perbedaan antara Khutbah dengan Tablig Dilihat dari Segi Pelakunya di Islam
Dengan mengetahui ketentuan tablig, pengertian, dan fungsinya membuat lebih memahami salah satu metode dakwah ini. Sehingga, agama Islam lebih tersebar dengan benar sesuai dengan Al-Quran dan hadits.(MZM)
