Kewajiban Anak Laki-laki dalam Islam yang Perlu Dipahami

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, terdapat pembagian peran yang berbeda antara anak laki-laki dan perempuan. Namun, perbedaan ini bukanlah bentuk ketimpangan atau menunjukkan salah satu lebih tinggi derajatnya dari yang lain.
Sebaliknya, keduanya memiliki kedudukan yang sama mulia dengan kewajban yang berbeda sesuai prinsip-prinsip agama. Baik laki-laki maupun perempuan harus menjalani peran masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan keseimbangan.
Simak pembahasan selengkapnya pada artikel ini mengenai berbagai kewajiban anak laki-laki dalam Islam yang perlu diketahui dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kewajiban Anak Laki-laki dalam Islam
Dalam buku Nasihat Rasulullah SAW untuk Laki-Laki karya Risky Aviv Nugroho dan Keadilan Pencarian Nafkah bagi Perempuan dalam Al-Qur`an menurut Tafsir Al-Mishbah karya Alamsyah, berikut peran anak laki-laki dalam Islam.
1. Berbakti pada Orang Tua
Berbakti pada orang tua adalah kewajiban utama bagi setiap anak, baik laki-laki maupun perempuan, setelah kewajiban menyembah Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra’ ayat 23:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'Ah', dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."
Namun, anak perempuan yang telah menikah beralih tanggung jawabnya ke suami. Sementara itu, anak laki-laki tetap memiliki kewajiban untuk memuliakan kedua orang tuanya, terutama ibu, meskipun ia sudah berkeluarga.
Meski demikian, sebagai suami dan kepala keluarga, ia juga memiliki kewajiban utama menafkahi istri dan anak-anaknya. Oleh karena itu, seorang laki-laki harus dapat menempatkannya dirinya secara bijaksana.
2. Memberi Nafkah untuk Keluarga
Kewajiban lain yang melekat pada anak laki-laki setelah dewasa adalah menafkahi keluarga. Allah SWT menciptakan laki-laki lebih kuat secara fisik untuk bekerja di luar rumah sehingga mereka diberi tanggung jawab utama sebagai pencari nafkah.
Baca Juga: Dosa Judi dalam Islam dan Dalil yang Mengharamkannya
3. Menjadi Pelindung Perempuan
Laki-laki juga memiliki peran sebagai pelindung, baik bagi ibu, istri, maupun saudara perempuannya. Selain itu, sebagai orang suami, ia berkewajiban menjadi imam dan pembimbing bagi istrinya. Allah SWT menegaskan hal ini dalam Surah An-Nisa ayat 34:
"Laki-laki (suami) itu adalah pelindung bagi kaum perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya."
4. Menjadi Pemimpin dalam Keluarga
Islam menetapkan laki-laki sebagai pemimpin dalam keluarga. Ia diberikan tanggung jawab besar dalam membimbing anggota keluarga menuju keridaan Allah SWT.
Kepemimpinan diberikan pada laki-laki karena mereka menanggung kewajiban yang lebih luas, seperti memberi nafkah, menyediakan tempat tinggal, membayar mahar, serta melindungi istri dan anak-anak.
(SA)
