Kisah Orang Samaria yang Baik Hati dalam Ayat Alkitab

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa cerita Yesus di Alkitab yang paling dikenal merupakan “perumpamaan”. Dalam Perjanjian Baru, peribahasa atau pepatah yang populer sering disebut dengan perumpamaan (parabolê). Melalui bacaan Alkitab, umat Kristen dapat menemukan bahwa bahan pengajaran Yesus tidak hanya terdiri dari perumpamaan-perumpamaan saja, tetapi juga dari ucapan-ucapan seperti Metafora, tamsil, pepatah, alegori, atau teka-teki. Salah satu perumpamaan yang dapat menjadi renungan bagi kita, umat Kristen adalah kisah orang Samaria yang baik hati (Lukas 10: 30–37).
Nah, artikel kali ini akan merangkum kisah orang Samaria yang baik hati yang tertulis dalam ayat Alkitab sebagai bahan renungan.
Kisah Orang Samaria dalam Lukas 10: 30–37
Berikut adalah kisah orang Samaria yang baik hati yang dikutip dari buku 100 Cerita Alkitab untuk Anak-anak yang ditulis oleh Igrea Siswanto (2021: 71):
Yesus menceritakan kisah berikut:
“Beberapa orang jahat menyerang seorang Yahudi. Mereka memukul dan merampoknya. Pakaiannya dirobek dan ia dibiarkan hampir mati. Dua pemimpin agama lewat di sana. Mereka melihat orang yang tergeletak di jalan, tetapi mereka tidak berhenti untuk membantunya.
Kemudian datanglah seorang dari Samaria. Orang Yahudi dan orang Samaria bermusuhan. Namun, melihat orang Yahudi yang terluka itu, orang Samaria ini berhenti untuk membantunya. Ia meletakkan orang yahudi di punggung keledainya, lalu dibawanya ke suatu penginapan. Di sana ia merawatnya. Setelah itu ia memberi uang kepada pemilik penginapan untuk dipakai merawat orang Yahudi itu.”
Pada ayat Alkitab tersebut, cakrawala kemanusiaan dapat diungkapkan dengan jelas, yaitu bukan cakrawala ibadah dan juga bukan cakrawala keagamaan. Sebelum orang Samaria lewat, terdapat Levi dan Imam yang melintasi jalan tersebut. Levi dan Imam adalah petugas-petugas ibadat, tetapi mereka tidak menaruh kasih kepada orang yang celaka akibat dirampok dan ditinggal setengah mati tersebut. Mereka tetap lanjut berjalan dan mengabaikan orang tersebut.
Pada perumpamaan orang Samaria yang baik hati, Yesus menggunakan sampai ‘sembilan kata kerja aktif’ untuk memperlihatkan tindakan nyata orang Samaria tersebut, yaitu mendatangi, membalut luka, menyiram dengan minyak, menyiram dengan anggur, menaikkan ke atas keledai, membawa, merawat, membayar, dan berpesan. Semoga kita bisa menjadi seperti orang Samaria yang mengasihi sesamanya! (CHL)
