Konten dari Pengguna

Larutan yang Mempunyai pH Lebih Besar dari 7 adalah Ini

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi larutan basa. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi larutan basa. Foto: Pexels

Dalam ilmu kimia, larutan dapat dikategorikan sesuai dengan derajat keasaman atau kebasaannya. Hal ini dapat diukur menggunakan skala pH dengan nilai 0 hingga 14. Larutan dapat dikatakan netral, asam, dan basa berdasarkan parameter kimia ini.

Adapun larutan yang mempunyai pH lebih besar dari 7 adalah basa. Semakin besar nilai pH suatu zat, semakin kuat derajat kebasaannya. Untuk lebih memahami mengenai larutan basa, jenis, dan sifatnya, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Larutan yang Mempunyai pH Lebih Besar dari 7 adalah Apa?

Ilustrasi larutan basa. Foto: Pexels

Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air.

Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, pemberian namanya cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.

Mengutip buku Asam, Basa, dan Garam di Lingkungan Kita oleh M. Yusnita, basa merupakan zat-zat yang dapat menetralkan asam. Basa dapat mentralisasi asam (H+) sehingga dihasilkan air (H2O).

Berdasarkan jumlah ion OH- yang terionisasi, basa dibedakan menjadi basa monohidroksida dan basa polihidroksida. Basa hidroksida adalah basa yang melepaskan satu ion OH-, sedangkan basa polihidroksida adalah basa yang melepaskan lebih dari satu ion OH-.

Banyak larutan basa yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya sabun mandi, sabun cuci, sampo, pasta gigi, obat maag, hingga pupuk.

Baca Juga: Organel Sel yang Berfungsi Mengatur Seluruh Kegiatan Sel Adalah Ini

Jenis-jenis Larutan Basa

Ilustrasi larutan basa. Foto: Pexels

Larutan basa dapat dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan kekuatannya:

1. Basa Kuat

Basa kuat larutan yang terionisasi sempurna, menghasilkan deajat ionisasinya 1. Beberapa contoh basa kuat antara lain:

  • Litium hidroksida (LiOH), digunakan untuk membuat garam litium, sabun.

  • Natrium hidroksida (NaOH), yang terdapat dalam bahan sabun, pembersih saluran air.

  • Kalium hidroksida (KOH), banyak digunakan dalam industri pembuatan baterai.

2. Basa Lemah

Basa lemah, yaitu basa yang derajat ionisasinya lebih kecil dari satu atau mengalamai ionisasi sebagian, misalnya:

  • Magnesium hidroksida atau Mg(OH)2, sebagai obat antasid (obat pencahar).

  • Aluminium (III) hidroksida atau Al(OH)3, digunakan dalam deodoran dan anatasida.

  • Amonia atau NH3, yang terdapat dalam pembersih debu dan pupuk.

Sifat-sifat Larutan Basa

Ilustrasi larutan basa. Foto: Pexels

Dalam buku berjudul Ensiklopedi Eksperimen Kimia karya Hiskia Achmad dan Lubna Baradja disebutkan beberapa sifat khas yang dimiliki oleh larutan basa antara lain:

  • Basa memiliki rasa pahit.

  • Terasa licin jika terkena air, misalnya, sabun.

  • Dapat menghantarkan arus listrik (konduktor).

  • Bersifat kaustik artinya dapat merusak kulit.

  • Dapat mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru.

  • Memiliki pH lebih besar dari 7.

  • Larutan basa dapat mengubah warna indikator lakmus merah menjadi biru.

(SA)