Legenda: Pengertian, Unsur, Ciri-ciri, dan Jenisnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Legenda adalah cerita yang berkaitan dengan peristiwa atau asal usul terjadinya suatu tempat. Legenda menjadi sebuah cerita yang telah dirangkai secara turun-temurun dari generasi ke generasi dan dipercayai oleh masyarakat sejak dahulu.
Legenda dianggap sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi, biasanya ceritanya dikaitkan dengan tokoh sejarah dan juga dibumbui keajaiban, kesaktian, serta keistimewaan tokohnya.
Unsur-unsur Intrinsik Legenda
Dalam buku berjudul Febel dan Legenda karya Putri Megawati, Novia Andriani, dan Widya Apri Yulia, berikut unsur-unsur dari legenda:
1. Tema
Tema meruapakan gagasan dasar yang menopang sebuah karya sastra dan terkandung di dalam teks.
2. Tokoh
Tokok adalah para pelaku yang terdapat dalam sebuah cerita fiksi. Tokoh dalam cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampaian pesan, amanat, atau sesuatu yang sengaja ingin disampaikan ke pembaca.
3. Alur atau Plot
Unsur ini merupakan peristiwa-peristiwa yang ditampilkan secara kronologis, menceritakan kejadian dari awal hingga akhir dengan urutan yang jelas. Peristiwa-peristiwa tersebut tersusun karena adanya sebab-akibat di dalam cerita.
3. Latar
Latar diartikan sebagai tempat terjadinya sebuah peristiwa di dalam sebuah cerita. Latar terbagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.
4. Sudut Pandang
Sudut pandang adalah posisi atau cara penulis dalam menyampaikan peristiwa-peristiwa yang terdapat di dalam cerita.
5. Amanat
Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan penulis ke pembaca.
Baca Juga: Arti Paribasa Mata Dijual Ka Peda dalam Bahasa Sunda
Ciri-ciri Legenda
Legenda memiliki ciri-ciri yaitu sebagai berikut:
Dianggap sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi.
Bersifat sekuler (keduniawian), artinya cerita terjadi pada masa yang belum begitu lampau dan bertempat di dunia seperti yang dikenal sekarang.
Tokoh utama dalam legenda umumnya adalah manusia.
Termasuk sejarah kolektif, artinya sejarah yang banyak mengalami distorsi karena sering kali dapat jauh berbeda dengan kisah aslinya. Jika hendak digunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi, legenda harus bersih dari unsur-unsur yang mengandung sifat folklor.
Bersifat migratoris, yaitu dapat berpindah-pindah sehingga dikenal luas di daerah yang berlainan.
Jenis-jenis Legenda
Legenda dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, di antaranya:
1. Legenda Keagamaan
Legenda keagamaan adalah legenda orang-orang yang dianggap suci. Contoh cerita ini dapat dijumpai pada kisah-kisah para wali penyebar agama Islam, misalnya, Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar di Jawa, sedangkan di Bali seperti legenda tentang Ratu Calon Arang.
2. Legenda Kegaiban
Legenda ini berkisah tentang kepercayaan rakyat pada alam gaib, seperti kerajaan gaib orang Bunian di rimba raya Sumatra, kerajaan gaib Pajajaran di Jawa Barat, dan kerajaan gaib Laut Kidul di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
3. Legenda Perseorangan
Legenda perseorangan menceritakan tokoh tertentu yang dianggap pernah ada dan terjadi. Misalnya, Rara Mendut dan Jaka Tingkir dari Jawa Tengah, Lutung Kasarung dari Jawa Barat, dan Si Pitung dan Nyai Dasima dari Jakarta.
4. Legenda Lokal
Legenda lokal adalah legenda yang berhubungan dengan nama tempat terjadinya, gunung, bukit, danau, dan sebagainya. Contohnya, legenda terjadinya Danau Toba di Sumatra, Rara Jonggrang di Yogyakarta dan Jawa Tengah, dan Desa Trunyan di Bali.
(SA)
