Konten dari Pengguna

Macam-Macam Hukum Bacaan Mad dalam Ilmu Tajwid

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Macam-Macam Hukum Bacaan Mad. Sumber: Unsplash/Ed Us
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Macam-Macam Hukum Bacaan Mad. Sumber: Unsplash/Ed Us

Mad dikenal sebagai salah satu hukum tajwid yang menitikberatkan pada panjang dan singkatnya ayat-ayat Arab dalam Al-Quran. Terdapat macam-macam hukum bacaan mad yang perlu dipahami karena setiap hukumnya memiliki ketentuan tersendiri.

Mad sendiri adalah memanjangkan suara dengan salah satu huruf dari huruf-huruf mad, sebagaimana dikutip dari buku Quran Hadist, Muhaimin, (2008:2).

Macam-Macam Hukum Bacaan Mad

Ilustrasi Macam-Macam Hukum Bacaan Mad. Sumber: Unsplash/Madrosah Sunnah

Membaca Al-qur'an sudah seharusnya dilakukan sesuai hukum tajwid. Salah satu dari hukum bacaan tajwid tersebut adalah hukum bacaan mad. Mad merupakan salah satu hukum yang penting untuk dipelajari dalam ilmu tajwid.

Apa saja macam-macam hukum bacaan dalam ilmu tajwid? Cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut ini.

A. Mad Thabi'i

Hukum satu ini mengikuti ketentuan dasar bacaan mad, yakni apabila huruf alif (ا) terletak sesudah fathah (ـَـ), jika huruf ya' mati (يْ) setelah harakat kasrah (ـِـ) dan bila huruf wawu sukun (وْ) berada sesudah dhammah (ـُـ), maka cara pelafalannya dengan dipanjangkan sebanyak dua harakat (tempo).

B. Mad Far'i

"Far'i" berarti cabang. Jenis mad satu ini terbagi lagi menjadi 14 hukum:

1. Mad Wajib Muttashil

Apabila ada ketentuan mad thabi'i yang bertemu dengan hamzah (ء) dalam satu kalimat atau katanya. Cara bacanya dengan dipanjangkan lima harakat.

2. Mad Jaiz Munfasil

Apabila ada ketetapan mad thabi'i yang bertemu dengan huruf hamzah (ء) dalam kata atau kalimat yang terpisah. Panjang bacaannya sebanyak lima harakat.

3. Mad Lazim Mutsaqal Kilmi

Apabila ketentuan mad thabi'i bertemu dengan huruf bertasydid (ـّـ) dalam satu kata. Cara bacanya dengan panjang enam harakat.

4. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Apabila ketentuan mad thabi'i bertemu dengan huruf bersukun, tetapi bukan di akhir kata, dan panjang bacaannya sebanyak enam harakat.

5. Mad Layyin

Apabila ya' sukun (يْ) atau wawu sukun (وْ) terletak setelah huruf yang berharakat fathah (ـَـ) dan bertemu huruf hidup yang diwaqafkan. Cara bacanya bisa dipajangkan dua harakat, empat harakat, dan enam harakat.

6. Mad Arid Lissukun

Apabila ada waqaf atau tempat pemberhentian bacaan, sementara sebelum waqaf terdapat ketentuan mad thabi'i dan mad layyin, sehingga panjang bacaannya bisa dua hingga enam harakat (yang lebih utama).

7. Mad Shilah Qashirah

Abila ada huruf ha dhamir (ه) yang huruf sebelumnya hidup (berharakat), sehingga panjang bacaannya sebanyak satu alif (dua harakat/dua tempo).

8. Mad Shilah Thawilah

Apabila ha dhamir (ه) bertemu dengan huruf hamzah yang berharakat setelahnya, dan panjang bacaannya sampai lima harakat.

9. Mad Iwadh

Apabila ada harakat fathahtain (ـًـ) yang terletak pada tempat pemberhentian (waqaf) di akhir kalimatnya. Maka panjang bacaannya sebanyak dua harakat.

10. Mad Badal

Apabila ada hamzah () bertemu dengan ketentuan mad, maka cara bacanya seperti mad thabi'i, yakni dipanjangkan sebanyak dua tempo (harakat).

11. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Apabila ada huruf yang enam; huruf ha (ح), huruf ya' (ي), huruf tha' (ط), huruf alif (ا), huruf Ha (ه), dan huruf ra' (ر) di awal surat yang terdiri dari satu atau beberapa huruf yang terletak pada awal surat. Cara bacanya hanya sepanjang dua harakat saja

12. Mad Lazim Harfi Mutsaqal

Sama dengan mad lazim harfi mukhaffaf yang berada di permulaan surat, tetapi bedanya terdapat delapan huruf; huruf nun (ن), huruf qaf (ق), huruf shad (ص), huruf ain (ع), huruf sin (س), huruf lam (ل), huruf kaf (ك), dan huruf mim (م). Panjang bacaan untuk mad lazim mutsaqal harfi sampai enam harakat

13. Mad Tamkin

Apabila berkumpulnya dua huruf ya'. Di mana huruf ya' pertamanya berharakat tasydid (ـّـ) juga kasrah (ـِـ), sementara huruf ya' yang kedua berharakat sukun (ـْـ). Panjang bacaannya sejumlah dua harakat.

14. Mad Farqu

Apabila dua hamzah bertemu, yaitu hamzah istifham (untuk bertanya) dan hamzah washal pada alif lam ma'rifah (ال). Dan bacaannya dipanjangkan hingga enam harakat.

Baca Juga: Pengertian Tafkhim dan Tarqiq dalam Ilmu Tajwid

Itulah macam-macam hukum bacaan mad dalam ilmu tajwid. Dengan mengetahui hokum bacaan tersebut, diharapkan bisa membaca Al Qur’an sesuai kaidah bacaan.(glg)