Konten dari Pengguna

Manajemen Pemeliharaan: Pengertian, Tujuan, dan Contoh

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manajemen pemeliharaan (maintenance management) adalah. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/ Emmanuel Ikwuegbu
zoom-in-whitePerbesar
Manajemen pemeliharaan (maintenance management) adalah. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/ Emmanuel Ikwuegbu

Manajemen pemeliharaan (maintenance management) adalah pengelolaan pekerjaan pemeliharaan dengan melalui beberapa proses. Serangkaian proses ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelacakan, pengendalian hingga pengevaluasian.

Semakin sering penggunaan aset, maka semakin besar juga kemungkinan terjadi kerusakannya. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan manajemen pemeliharaan secara berkala.

Pengertian dan Contoh Manajemen Pemeliharaan (Maintenance Management)

Manajemen pemeliharaan (maintenance management) adalah. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Pexels/Marlen Bjork

Dikutip dari buku Manajemen Operasi, Ma’arif dan Tanjung (2003: 477), pengertian manajemen pemeliharaan (maintenance management) adalah proses memelihara aset dan sumber daya perusahaan. Sehingga dapat memaksimalkan operasional perusahaan.

Maintenance pada alat atau mesin bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari alat yang berukuran kecil hingga besar sekalipun wajib dilakukan maintenance, misalnya mengecek alat pemotong rumput dan menambal selang yang bocor.

Tujuan Manajemen Pemeliharaan (Maintenance Management)

Manajemen pemeliharaan (maintenance management) adalah. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Pexels/Kateryna Babaieva

Meningkatkan performa dan efektivitas aset merupakan tujuan utama dari manajemen pemeliharaan. Dengan perawatan yang tepat dan terjadwal, aset dapat beroperasi pada kapasitas optimalnya.

Selain itu aset juga menghasilkan hasil yang lebih baik, dan berkontribusi secara signifikan terhadap produktivitas dan keuntungan perusahaan. Berikut beberapa tujuan lainnya.

  1. Dengan merawat aset secara teratur dan proaktif, perusahaan dapat memaksimalkan usia pakai aset. Hal ini mengurangi kebutuhan akan penggantian aset secara teratur, yang pada gilirannya mengurangi biaya investasi dalam peralatan.

  2. Manajemen pemeliharaan juga bertujuan untuk membantu perusahaan mengidentifikasi, memantau, dan mengendalikan biaya pemeliharaan.

  3. Dengan memahami secara rinci biaya-biaya terkait pemeliharaan, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang lebih bijak dalam alokasi anggarant.

  4. Dengan mempertahankan aset yang ada dalam kondisi baik, perusahaan dapat mengurangi kebutuhan untuk mengganti atau membeli aset baru secara teratur.

  5. Mengurangi pengeluaran modal yang besar dan membantu perusahaan memanfaatkan investasi aset yang sudah ada.

  6. Melalui pemeliharaan yang tepat, aset dapat beroperasi lebih efisien, menghasilkan lebih banyak produk atau layanan, dan dengan demikian, meningkatkan profitabilitas.

  7. Menghindari kerusakan atau gangguan yang tidak terduga pada aset, manajemen pemeliharaan bertujuan untuk meminimalkan kerugian produksi, penurunan produktivitas, atau pendapatan yang hilang akibat ketidaktersediaan aset.

  8. Manajemen pemeliharaan juga menargetkan pengumpulan dan analisis data yang akurat mengenai pemeliharaan aset. Dengan laporan yang tepat, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih informasional, merencanakan perawatan lebih efisien.

Baca juga: Pengertian dan Komponen Manajemen Rantai Pasok

Manajemen pemeliharaan (maintenance management) adalah pengelolaan pekerjaan pemeliharaan dengan melalui beberapa proses di perusahaan. Semoga penjelasan mengenai pengertian, contoh, dan tujuan tersebut membantu. (Gin)