Konten dari Pengguna

Memahami Arti Khalifah dalam Islam

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti Khalifah. Sumber: Unsplash/Ali Arif Soydas
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti Khalifah. Sumber: Unsplash/Ali Arif Soydas

Arti khalifah adalah gelar untuk penerus Nabi Muhammad SAW dalam memimpin umat Islam. Khalifah merupakan suatu sistem pemerintahan yang digunakan pada masa-masa awal kejayaan Islam setelah Rasulullah SAW wafat.

Mengetahui sejarah Islam penting bagi umat Muslim. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pada khalifah terdahulu yang patut untuk ditiru.

Arti Khalifah dalam Islam

Ilustrasi Arti Khalifah. Sumber: Unsplash/The Dancing Rain

Zulkifli dalam Khalifah Fil Ardhi (2021:29) menjelaskan bahwa di dalam Al-Quran, kata khalifah disebutkan sebanyak sembilan kali, yaitu dua kali dalam bentuk mufrad dan tujuh kali dalam bentuk jamak. Dalam Al-Quran, kata itu digunakan untuk menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di Bumi.

Secara bahasa, arti khalifah adalah wakil dari Nabi Muhammad SAW, kepala negara Islam, dan penguasa atau pengelola. Khalifah bisa diartikan sebagai wakil atau pengganti Allah di Bumi dan juga bisa dimaknai sebagai pemimpin.

Sejarah Awal Khalifah

Ilustrasi Arti Khalifah. Sumber: Unsplash/Debby Hudson

Rasulullah SAW merupakan Nabi dan Rasul terakhir yang juga sekaligus menjadi pemimpin umat Islam. Namun, setelah Nabi Muhammad SAW wafat, umat Islam pada masa itu sempat dilanda kebingungan. Alasannya adalah karena beliau tidak meninggalkan pesan atau wasiat mengenai siapa yang akan menggantikannya dalam memimpin umat Islam.

Sosok pemimpin sangat dibutuhkan namun tidak bisa begitu saja menunjuk seseorang sebagai pemimpin. Oleh karena itu, sejumlah tokoh dari Muhajirin dan Ansar berkumpul dan melakukan musyawarah untuk menentukan siapa sosok yang akan dipilih menjadi pemimpin berikutnya.

Musyawarah tersebut cukup sulit karena semua pihak merasa sama-sama memiliki hak untuk menjadi pemimpin umat Islam di masa itu. Lalu, Abu Bakar menengahi dan menyarankan bahwa yang dipilih sebagai pemimpin hendaknya sosok yang tidak pernah meminta kekuasaan, sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Dengan berbagai pertimbangan, umat Muslim pada saat itu menunjuk Umar bin Khattab sebagai pemimpin. Namun, beliau menolak dan menunjuk Abu Bakar yang menjadi pemimpin. Saran Umar bin Khattab diikuti oleh semua umat Muslim.

Dengan begitu, Abu Bakar resmi menjadi khalifah pertama yang melanjutkan kekhalifahan Islam.

Baca juga: Mengenal Empat Khulafaur Rasyidin dalam Sejarah Islam dan Biografinya

Kesimpulannya, arti khalifah adalah wakil dari Nabi Muhammad SAW yang meneruskan untuk memimpin umat Islam. Pelajari juga sejarah dari khalifah untuk menambah ilmu pengetahuan. (KRIS)