Memahami Nilai yang Terkandung dalam Kegiatan Gotong-Royong

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gotong-royong merupakan salah satu kegiatan khas dari Indonesia. Meskipun terkesan sepele, namun terdapat nilai yang terkandung dalam kegiatan gotong-royong.
Bahkan, gotong-royong dimasukkan ke dalam Pancasila sila ke-3. Hal ini dikarenakan seseorang tidak dapat hidup apabila tanpa bantuan dari orang lain.
Nilai yang Terkandung dalam Kegiatan Gotong-Royong
Menurut Sutras dalam bukunya Mendulang Prestasi di Negeri yang Sepi (2022), gotong-royong adalah sebagai bentuk solidaritas sosial yang terbentuk karena adanya bantuan dari pihak lain untuk kepentingan pribadi maupun umum.
Adanya gotong-royong dapat menumbuhkan sikap saling membantu satu sama lain. Pertolongan dari orang-orang itulah yang nantinya akan memberi manfaat bagi orang lain dan juga diri sendiri.
Adapun nilai yang terkandung dalam kegiatan gotong-royong di antaranya:
1. Tolong-menolong
Saat melakukan kegiatan gotong-royong sama halnya menumbuhkan sikap saling tolong-menolong. Sebab, gotong-royong bertujuan untuk meringankan pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama.
2. Kebersamaan
Kebersamaan adalah kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama. Inilah yang terjadi dalam kegiatan gotong-royong. Kebersamaan dalam gotong royong memiliki arti bahwa masyarakat dengan sukarela dan bersama membantu orang lain.
Selain itu, kegiatan gotong-royong berarti mengutamakan kepentingan bersama dari kepentingan pribadi.
3. Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses penanaman nilai, kebiasaan, dan tingkah bertingkah laku. Dalam kegiatan gotong-royong bisa mengubah manusia menjadi makhluk sosial atau menjadi seorang yang siap menolong orang lain.
Selain itu, gotong-royong membuat seseorang lebih mengenal dengan orang lain. Hal ini dikarenakan saat ketika bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama sehingga pasti akan terjadi interaksi atau bersosialisasi dengan sesama.
4. Persatuan
Kegiatan gotong-royong dapat melahirkan persatuan antarsatu individu dengan individu lainnya. Terlebih, saat melakukan gotong-royong, sikap permusuhan atau egois dikesampingkan. Dengan begitu masyarakat menjadi lebih dekat dan mampu menghadapi masalah yang akan terjadi dikemudian hari.
5. Rela Berkorban
Kegiatan gotong-royong merupakan sikap pengorbanan, baik berupa tenaga, waktu, hingga pikiran. Masyarakat juga akan mengesampingkan kepentingan pribadi atau egois dan mengutamakan kepentingan bersama agar pekerjaan cepat selesai.
Baca Juga: Pengertian dan Contoh Bentuk Gotong Royong dalam Masyarakat Indonesia
Adanya beberapa nilai yang terkandung dalam kegiatan gotong-royong dapat menyelesaikan pekerjaan berat dan menyatukan masyarakat. Tak mengherankan jika gotong-royong menjadi hal yang penting dalam masyarakat Indonesia.(MZM)
