Memahami Tujuan Penting Resepsi Pernikahan menurut Islam

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Resepsi pernikahan menurut Islam merupakan hal yang penting sebab memiliki kegunaan untuk menghindari fitnah. Resepsi pernikahan dapat mencegah fitnah karena mengumumkan bahwa seorang laki-laki dan perempuan telah resmi menikah.
Jadi, jika laki-laki dan perempuan tersebut jalan bersama, orang sekitar tidak lagi berburuk sangka atau menyebarkan berita bohong. Pasalnya, orang sekitar telah mengetahui bahwa keduanya merupakan sepasang suami istri yang sudah sah secara agama dan negara.
Tujuan Penting Resepsi Pernikahan menurut Islam
Resepsi pernikahan menurut Islam merupakan salah satu hal yang dianjurkan. Dikutip dari buku Fiqih Munakahat, Lubis, dkk. (2023: 123), praktik Rasulullah saw. mengisyaratkan bahwa sebaiknya resepsi pernikahan dilakukan secepat mungkin.
Sebisa mungkin, pasangan suami istri mengadakan resepsi di hari itu juga atau besoknya. Mengutip dari buku yang sama, Lubis, dkk. (2023: 123), resepsi adalah salah satu cara mengumumkan pernikahan.
Kegiatan mengumumkan pernikahan menjadi sangat penting karena memiliki kegunaan untuk menghindari fitnah. Salah satu contoh adalah ketika kerabat atau orang terdekat tidak mengetahui pernikahan, orang tersebut akan berburuk sangka, misalnya.
Kenapa menikah sembunyi-sembunyi?;
Kenapa tidak mengundang?;
Ada masalah apa orang itu tidak mengundang di resepsi pernikahan?;
Ada apa dengan pernikahan itu?;
Apakah hamil duluan?; dan pertanyaan buruk sangka yang lain.
Kumpulan pertanyaan buruk sangka dari seseorang atau sejumlah orang nantinya dapat menimbulkan fitnah bagi pasangan suami istri. Oleh karena itu, resepsi pernikahan pun menjadi sangat penting.
Resepsi Pernikahan Tidak Harus Mewah
Tujuan utama dari resepsi pernikahan adalah mengumumkan pernikahan seorang laki-laki dan perempuan sudah sah bagi agama dan negara. Namun, beberapa orang kerap membayangkan resepsi sebagai pesta yang mewah dan membutuhkan banyak biaya.
Masih mengutip dari buku yang sama, Lubis, dkk. (2023: 123), resepsi pernikahan tidak mesti mewah. Resepsi cukup dengan mengundang tetangga, kawan, dan/atau kerabat untuk makan bersama sekalipun tidak memakai daging.
Baca juga: 3 Pernikahan yang Tidak Sah dalam Islam
Demikian menjadi jelas bahwa resepsi pernikahan menurut Islam bukan merujuk pada keharusan pesta yang mewah. Urgensi dari resepsi pernikahan dalam ajaran Islam adalah mengumumkan pernikahan guna menghindari fitnah. Wallahu a’lam bish-shawab. (AA)
