Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Tradisi Gereja dalam Agama Kristen

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Tradisi Gereja? (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Tradisi Gereja? (Sumber: Pexels)

Tradisi kelahiran Yesus menjadi istimewa karena Yesus sudah ada dalam kandungan Maria sebelum Maria menikah dengan Yusuf, seorang tukang kayu di Nazaret. Berita kelahiran Yesus juga telah dijanjikan Allah dan diberitakan di dalam Perjanjian Lama sebagai Penasihat yang Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai. Apa tradisi gereja menjelang Natal?

Kelahiran Yesus dirayakan sebagai hari Natal, yaitu 25 Desember. Tanggal tersebut ditetapkan berdasarkan tradisi gereja. Pada hari itu, umat Kristen juga mengungkapkan syukur kepada Allah yang berkenan datang melawat dan mendamaikan diriNya dengan manusia yang berdosa.

Apa Tradisi Gereja?

Ilustrasi Apa Tradisi Gereja? (Sumber: Pexels)

Kehadiran Yesus sebagai Juruselamat yang turun ke dunia berperan penting dalam mengajar dan mewujudkan kasih Allah kepada manusia dan seisi dunia. PengajaranNya disampaikan dengan berbagai cara, misalnya perumpamaan. Yesus juga mengajar bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan kenyataan.

Dikutip dari buku Mengenal Hati Allah, Pieter Lase (2021: 181), berikut adalah tradisi yang masih dilakukan dalam gereja selain perayaan Natal dan perayaan hari raya lain:

  • Ibadah gereja Protestan menggunakan votum dan salam, Pengakuan Dosa, Berita Anugerah, Petunjuk Hidup Baru, Pengakuan Iman Rasuli, dan Doa Bapa Kami.

  • Pengedaran kantong kolekte pada setiap ibadah. Hal ini berbeda dengan tradisi di Bait Allah, yaitu menggunakan peti persembahan (Lukas 21: 2).

  • Berdoa dengan melipat tangan, menutup mata, dan menundukkan kepala. Tujuannya adalah membangun konsentrasi dan keseriusan dan supaya terdapat keteraturan dalam ibadah.

  • Majelis Jemaat mengenakan stola, sedangkan pendeta mengenakan toga.

  • Melaksanakan kebaktian penghiburan, penutupan peti, dan pemakaman.

  • Membunyikan lonceng gereja tanda ibadah dimulai.

Tradisi yang terdapat di gereja tentunya baik dan berguna, serta tidak bertentangan dengan Alkitab. Sejak dahulu para rasul mengadakan ibadah di rumah-rumah jemaat, bukan di gedung gereja. Adapun dahulu kaum pria menggunakan jubah, tetapi sekarang mengenakan kemeja dan celana supaya lebih praktis.

Baca juga: 4 Tradisi Agama Kristen Protestan yang Wajib Dimaknai Umat

Demikian penjelasan terkait apa tradisi gereja yang penting untuk dipahami oleh umat Kristen. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat! (CHL)