Konten dari Pengguna

Mengenal Bagian-bagian Panca Sradha dalam Agama Hindu

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Panca Sradha. (Foto: swamiananda by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Panca Sradha. (Foto: swamiananda by https://pixabay.com)

Dalam agama Hindu, pengertian Panca Sradha dipahami sebagai lima dasar keyakinan yang mewarnai aktivitas kehidupan umat Hindu. Secara singkat, arti Panca Sradha adalah lima kepercayaan yang diyakini oleh umat Hindu sebagai landasan hidup di dunia ini.

Seperti yang diketahui, umat Hindu kerap mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai pedoman hidup di dunia. Setidaknya ada tiga kerangka dasar dalam ajaran agama Hindu yang harus dipenuhi, di antaranya tattwa, susila, dan upacara. Ketiga kerangka dasar itu dibutuhkan untuk menciptakan kebahagiaan hidup di dunia dan sesudahnya.

Selain ketiga kerangka dasar di atas, umat Hindu juga mengamalkan Panca Sradha. Lantas, apa saja bagian-bagian Panca Sradha dalam agama Hindu? Simak uraian selengkapnya dalam pembahasan berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Panca Sradha?

Ilustrasi konsep Panca Sradha. Foto: Pixabay.com

Sebelum membahas bagian-bagian Panca Sradha, ada baiknya jika kita memahami makna di balik kata tersebut. Menurut buku Menyemai Benih Dharma Perspektif Multidisiplin terbitan Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia, secara etimologi, Sradha berasal dari kata ’srat’ yang berarti hati dan ‘dha’ yang berarti menempatkan.

Berdasarkan arti dua kata tersebut, Sradha dapat dipahami sebagai keyakinan atau kepercayaan terhadap sesuatu. Dalam buku Pura Dalem Penataran Manik Tirta yang disusun oleh Komang Indra Wirawan, Sradha dalam kehidupan sehari-hari dapat dimaknai sebagai pelaksanaan upacara pemujaan kehadapan arwah leluhur sebagai kewajiban setiap umat Hindu.

Di samping itu, Sradha juga dapat dimaknai sebagai kepercayaan terhadap Tuhan. Dalam ajaran Hindu, terdapat lima bentuk kepercayaan yang disebut dengan Panca Sradha. Dengan demikian, Panca Sradha dimaknai sebagai lima dasar keyakinan yang mengimani Teologi Hindu.

Sementara itu, dalam buku Makna Ketipat dalam Upacara Telung Bulan di Denpasar karya Ni Made Yuliani dan I Ketut Wardana Yasa, konsep Panca Sradha merupakan rancangan atau gagasan yang mendasari kehidupan umat Hindu.

Implementasi dari keyakinan itu dapat ditemukan dalam aktivitas sehari-hari umat Hindu. Mereka sangat meyakini adanya Widhi Tattwa atau keberadaan Tuhan. Melalui keyakinan tersebut, umat Hindu menaati ajaran-ajaran melalui kitab suci mereka.

Inilah mengapa, umat Hindu memiliki rasa bhakti pada kemahakuasaan Tuhan. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Sivaratri dalam Konsep Astronomi Hindu yang disusun oleh I Made Dwi Susila Adnyana, agama Hindu menyatakan bahwa manusia percaya dengan adanya Tuhan (Brahman).

Sebab, Tuhan-lah yang menciptakan kehidupan di dunia ini. Tak hanya itu, ajaran hindu juga mempercayai bahwa keberadaan Tuhan dapat ditemukan di setiap ciptaan-Nya.

Apa Saja Bagian-bagian Panca Sradha?

Ilustrasi Panca Sradha. (Foto: swamiananda by https://pixabay.com)

Berbicara tentang Panca Sradha, tak dapat dilepaskan dari adanya konsep Tri Pramana. Apa yang dimaksud dengan Tri Pramana? Tri Pramana berasal dari dua kata berbahasa Sansekerta, yakni ‘Tri’ dan ‘Pramana’. ‘Tri’ artinya tiga, sementara itu, ‘Pramana’ berarti cara memperoleh pengetahuan.

Dijelaskan dalam buku Mengabdi Lewat Kata yang ditulis oleh Eddy Supriyadinata Gorda, Tri Pramana adalah tiga kekuatan hidup untuk mengetahui dan meyakini sesuatu. Ketiga unsur tersebut dimiliki oleh manusia untuk mengetahui hakikat kebenaran sesuatu yang bersifat nyata maupun abstrak.

Dalam Widhi Tattwa, Tri Pramana terdiri atas:

Pratyaksa Pramana

Pratyaksa Pramana adalah cara mengetahui sesuatu atau kebenaran dengan cara melihat langsung melalui panca indra.Misalnya, melihat matahari secara langsung dan berbagai kebenaran lain melalui kelima panca indra.

Anumana Pramana

Anumana Pramana dapat dipahami sebagai cara mengetahui sesuatu dengan melihat gejala atau tanda-tanda. Umumnya, gejala dan tanda tersebut didasarkan pada perhitungan analisis yang logis. Contoh, angin menyebabkan dedaunan di pohon bergerak dan sebagainya.

Agama Pramana

Agama Pramana merupakan cara mengetahui suatu kebenaran dengan mempercayai sumber yang pantas dipercaya, dalam hal ini kitab suci Weda, orang suci, dan sebagainya.

Tri Pramana di atas dijadikan sebagai acuan bagi umat Hindu untuk mengetahui kebenaran. Sebab, segala sesuatu dapat dikatakan benar apabila sifatnya masuk akan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam buku Penuturan Simbolik Konsep Panca Sraddha dalam Kitab Suci Panaturan karya Tiwi Etika, keberadaan Tri Pramana tersebut menyebabkan akal budi dan pemahaman manusia dapat menerima kebenaran hakiki dalam Tattwa.

Melalui Tri Pramana, memunculkan keyakinan dan kepercayaan umat Hindu yang disarikan menjadi lima esensi, yakni Panca Sradha. Melalui Tri Pramana pula, umat Hindu dapat menelaah dan memahami Panca Sradha secara menyeluruh.

Lalu, apa saja bagian-bagian Panca Sradha? Dikutip dari buku Makna Ketipat dalam Upacara Telung Bulan di Denpasar yang ditulis oleh Ni Made Yuliani & I Ketut Wardana Yasa (2020: 13), berikut adalah bagian-bagian Panca Sradha:

  • Rancangan atau gagasan ide yang tersusun dalam ajaran agama Hindu. Umat Hindu sangat yakin dengan adanya Tuhan, umat Hindu selalu menyembah sujud dan taat dengan ajaran-ajaran suci melalui kitab-kitab suci. Oleh karena itu, umat Hindu memiliki rasa yang bakti kepada kemahakuasaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta ini (Widhi Tattwa).

  • Keyakinan terhadap atma. Keyakinan umat Hindu terhadap atma ini disebut dengan Atma Tattwa. Keyakinan ini dimaksudkan bahwa umat manusia memiliki konsep bahwa makhluk hidup ini yang menjiwainya adalah atma.

  • Karmaphala Tattwa, yaitu keyakinan pada Karmaphala yang merupakan hukum sebab akibat. Pada konsep ini, umat Hindu memiliki konsep berpikir bahwa dalam setiap makhluk di dunia ini akan mendapatkan sebab dan akibat dari perbuatan atau tingkah lakunya selama hidup di dunia ini.

  • Punarbhawa, yaitu keyakinan pada kelahiran kembali. Pada konsep ini, umat Hindu memiliki keyakinan bahwa setelah kematian aka nada kesempatan kelahiran kembali. Kelahiran kembali ini merupakan kesempatan untuk memperbaiki kehidupan sebelumnya.

  • Moksha, yaitu keyakinan akan bersatunya atman dengan Brahman. Konsep ini tentunya didasari oleh adanya pemikiran umat yang menyatakan bahwa betapa lelahnya sang atma, ia harus berulang kali mengalami lahir kembali. Oleh karena itu, kemudian ada harapan umat untuk mendapatkan kebahagiaan yang kekal.

Itulah penjelasan terkait Panca Sardha dalam agama Hindu. Semoga informasi di atas bermanfaat!

(CHL & ANM)