Mengenal Bangun Datar: Rumus, Jenis, dan Sifatnya

·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam matematika, bangun datar adalah bagian dari bidang datar yang dibatasi garis-garis berupa garis lurus dan garis lengkung. Garis yang membentuk bangun datar disebut sisi, sedangkan daerah yang terbentuk karena pertemuan garis disebut sudut.
Mengutip Kumpulan Rumus Matematika SD oleh Woro Vidya Ayuningtyas (2009: 51-58), ada delapan bentuk bangun datar yang diketahui, yaitu persegi, persegi panjang, segitiga, jajaran genjang, trapesium, belah ketupat, layang-layang, dan lingkaran.
Untuk memahami lebih jelas, simak pembahasan mengenai jenis-jenis, rumus, hingga ciri-ciri atau sifat bangun datar di bawah ini.
Rumus, Jenis, dan Sifat Bangun Datar
Apa itu bangun datar? Secara umum, bangun datar adalah bangun-bangun yang mempunyai permukaan datar. Pada tiap-tiap bangun tersebut mempunyai rumus bangun datar untuk menghitung keliling sekaligus luas yang berbeda antara satu bangun dengan bangun yang lain.
Mengutip Buku Ajar Berbasis HOTS pada Mata Kuliah Pembelajaran Matematika di Kelas Rendah Sekolah Dasar oleh Vina Amilia Suganda dkk. (2020: 21), ditinjau dari segi sisinya, bangun datar dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu bangun datar bersisi lengkung dan lurus.
Bangun datar bersisi lengkung adalah lingkaran, sedangkan bangun datar bersisi lurus adalah segitiga, persegi, persegi panjang, dan layang-layang, jajaran genjang, dan trapesium. Berikut penjelasannya.
Macam-Macam Bangun Datar
1. Persegi
Persegi adalah bangun datar yang memiliki empat sisi dengan panjang yang seluruhnya sama. Ciri-ciri bangun datar persegi antara lain:
Memiliki 4 sisi yang sama panjang.
Memiliki sudut-sudut yang sama besar, yaitu 90 derajat.
Memiliki 2 diagonal yang sama panjang, berpotongan tegak lurus, dan membagi kedua sudut berhadapan menjadi sama besar.
Rumus keliling dan luas persegi:
Keliling = 4 x s
Luas = s x s
Ketarangan:
s = sisi
2. Persegi Panjang
Persegi panjang adalah bangun segi empat yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan sama panjang, serta memiliki empat sudut siku-siku. Ciri-ciri persegi panjang antara lain:
Sisi-sisi yang berhadapan mempunyai panjang yang sama.
Kedua diagonalnya sama panjang dan berpotongan untuk saling membagi 2 sama panjang.
Setiap sudutnya sama besar, yaitu 90 derajat.
Rumus menentukan keliling dan luas persegi panjang:
Keliling = 2 (p+l)
Luas = p x l
Keterangan:
p = panjang
l = lebar
3. Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang dibatasi oleh tiga sisi, setiap sisinya bisa memiliki panjang yang sama maupun berbeda. Ciri-ciri segitiga antara lain:
Terdiri dari 3 sisi garis lurus.
Terdiri dari 3 titik di setiap sudutnya dengan total 180 derajat.
Ada banyak jenis segitiga, yaitu segitiga siku-siku, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, dan segitiga sembarang.
Rumus menentukan keliling dan luas segitiga:
Keliling = s + s + s
Luas = (a x t)/2
Keterangan:
s = sisi
a = alas
t = tinggi
4. Jajaran Genjang
Jajaran genjang adalah bangun datar yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang masing-masing sama panjang dan sejajar dengan pasangannya, serta memiliki dua pasang sudut bukan siku-suku yang masing-masing sama besar dengan sudut di hadapannya. Ciri-ciri jajaran genjang antara lain:
Berbentuk segi empat.
Tidak sempunyai simetri lipat dan simetri putar.
Sisi-sisi yang berhadapan memiliki panjang yang sama.
Sudut-sudut yang berhadapan sama besar.
Diagonal-diagonalnya berpotongan untuk saling membagi dua sama panjang.
Rumus menentukan keliling dan luas jajaran genjang:
Keliling = s + s + s + s
Luas = a x t
Keterangan:
s = sisi
a = alas
t = tinggi
5. Trapesium
Trapesium adalah bangun segi empat dengan sepasang sisi berhadapan sejajar. Ciri-ciri trapesium antara lain:
Memiliki sepasang sisi yang panjangnya sama atau sejajar.
Tiap pasang sudut yang sisinya sejajar adalah 180 derajat.
Hanya memiliki 1 simetri putar.
Memiliki 4 rusuk dan 4 titik siku.
Memiliki diagonal yang sama panjang.
Ada tiga jenis trapesium, yaitu trapesium siku-siku, trapesium sama kaki, dan trapesium sembarang.
Rumus keliling dan luas trapesium:
Keliling = s + s + s + s
Luas = 1/2 (a+b) x t
Keterangan
s = sisi
a = sisi atas
b = sisi bawah
t = tinggi
6. Belah Ketupat
Belah ketupat adalah bangun datar yang dibentuk oleh empat rusuk yang sama panjang dan memiliki dua pasang sudut bukan siku-siku yang masing-masing sama besar dengan sudut di hadapannya. Ciri-ciri belah ketupat antara lain:
Mempunyai 4 sisi dengan panjang yang sama.
Mempunyai 4 sudut dengan besar yang sama.
Mempunyai 4 titik sudut.
Sisinya tidak tegak lurus.
Mempunyai 2 diagonal yang berbeda panjangnya.
Rumus keliling dan luas belah ketupat:
Keliling = 4 x s
Luas = (d1 x d2)/2
Keterangan:
s = sisi
d1 = diagonal 1
d2 = diagonal 2
7. Layang-Layang
Layang-layang adalah bangun datar yang dibentuk oleh dua segitiga sama kaki yang alasnya sama panjang dan saling berhadapan. Ciri-ciri layang-layang antara lain:
Mempunyai sisi-sisi yang berdekatan sama panjang.
Mempunyai sepasang sudut yang berhadapan sama besar.
Kedua diagonalnya tegak lurus berpotongan dan salah satunya membagi 2 sama panjang bagian layang-layang.
Rumus keliling dan luas layang-layang:
Keliling = s + s + s + s
Luas = (d1 x d2)/2
Keterangan:
s = sisi
d1 = diagonal 1
d2 = diagonal 2
8. Lingkaran
Lingkaran adalah kumpulan dari titik-titik yang membentuk suatu lengkungan yang memiliki panjang yang sama terhadap satu titik tertentu. Ciri-ciri lingkaran antara lain:
Memiliki simetri lipat dan simetri putar yang jumlahnya tak terhingga.
Mempunyai 1 titik pusat.
Jumlah derajat lingkaran sebesar 360 derajat.
Rumus keliling dan luas lingkaran:
Keliling = πd atau 2πr
Luas = (πd²)/4 atau πr²
Keterangan:
π = phi (22/7 atau 3,14)
d = diameter lingkaran
r = jari-jari lingkaran
(BR)
